Perintah Rasulullah SAW : Bersikap Adil dan Menjaga Perasaan Anak
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 05:15 WIB
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.” Lalu ayahku menarik kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَلَا تُشْهِدْنِي إِذًا، فَإِنِّي لَا أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ
“Kalau begitu jangan meminta persaksian kepadaku, karena aku tidak mau bersaksi atas sebuah kedzaliman/ketidakadilan.” (HR. muslim) Jadi keadilan itu harus ditegakkan di antara anak-anak kita dan mereka harus merasakan keadilan itu. Sehingga tidak ada anak yang merasa disisihkan, dikucilkan, ditelantarkan, dibuang. Karena ini bisa berakibat fatal. Kita mendengar satu tindak kejahatan dari seorang anak kepada ayah ibunya bahkan saudara-saudaranya karena perlakuan tidak adil.
Misalnya satu rumah membully dia -mungkin- karena kekurangan yang ada padanya, mungkin karena prestasinya di sekolah kurang atau karena kekurangan-kekurangan lainnya. Ini bisa terjadi di dalam satu keluarga sehingga semua anggota keluarga -mulai dari ayah, ibu, bahkan saudara-saudaranya yang lain- merendahkannya. Ini bisa memberikan efek yang sangat buruk terhadap kejiwaan si anak dan bisa berujung kepada tindak kriminal. Wal ‘iyadzubillah..
Baca juga: Keutamaan Surat Maryam untuk Ibu Hamil
Kita tidak mengharapkan itu terjadi. Maka ini perkara tidak boleh dipandang sebelah mata. Menegakkan keadilan di antara anak-anak itu perintah Nabi, bahkan perintah itu diawali perintah untuk bertakwa. Menunjukkan bahwa itu adalah bentuk taqwa kita kepada Allah, yaitu berlaku adil kepada anak-anak kita.
Maka ayah dan ibu berusaha untuk memberikan rasa keadilan kepada anak-anak mereka tanpa membeda-bedakan satu sama lainnya. Seperti diketahui, setiap anak itu punya keistimewaan dan orang tua harus tahu sisi-sisi kelebihan masing-masing anak-anak mereka. Jangan hanya menyoroti kekurangan-kekurangan yang ada pada seorang anak.
Di lain pihak anak yang lain terus disorot kelebihannya. Sehingga anak yang disorot terus kekurangannya ini merasa diperlakukan tidak adil. Ini akan memukul jiwa dan batinnya. Dia akan tertekan dan mungkin dia akan memberikan balasannya ketika dia dewasa atau kontan pada saat itu juga. Kita tidak tahu dampak buruk yang ditimbulkan dari sikap yang salah itu.
Lihat Juga :