Lelaki Kerabat Fira'un Ini Mengimani Risalah Nabi Musa
Senin, 22 Agustus 2022 - 13:21 WIB
Dalam Al–Burhan Fî Qashashil Qur’an disebutkan Ibnu Juraij dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa tidak ada yang beriman di antara keluarga Fir’aun kecuali laki-laki ini dan istri Fir’aun.
Lelaki inilah yang datang dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, oleh karena itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”
Baca juga: Taat dan Keteguhan Hati Asiyah Mengantarkannya ke Surga
Laki-laki yang beriman dan menyembunyikan keimanannya dari kaumnya ini, tidak menampakkan keimanannya kecuali pada hari tatkala Fir'aun mengatakan akan membunuh Musa. Ini dia lakukan karena Allah SWT. Dia berani menasihati Fir’aun dengan perkataannya yang sangat santun.
Ibnu Katsir mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ (وَفِي رِوَايَةٍ:حَقٍّ) عِنْدَ سُطَانٍ جَائِرٍ
Jihad yang paling utama adalah (menyampaikan) perkataan adil (dalam riwayat yang lain perkataan hak) dihadapan pemimpin yang lalim.
Ibnu Katsir mengatakan, nasihat seperti ini merupakan perkataan yang diungkapkan dengan nilai kelembutan yang sangat tinggi, kekokohan dan akal yang sempurna.
Baca juga: Nasib Bani Israil Setelah Firaun dan Bala Tentaranya Tenggelam
Lelaki inilah yang datang dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, oleh karena itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”
Baca juga: Taat dan Keteguhan Hati Asiyah Mengantarkannya ke Surga
Laki-laki yang beriman dan menyembunyikan keimanannya dari kaumnya ini, tidak menampakkan keimanannya kecuali pada hari tatkala Fir'aun mengatakan akan membunuh Musa. Ini dia lakukan karena Allah SWT. Dia berani menasihati Fir’aun dengan perkataannya yang sangat santun.
Ibnu Katsir mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ (وَفِي رِوَايَةٍ:حَقٍّ) عِنْدَ سُطَانٍ جَائِرٍ
Jihad yang paling utama adalah (menyampaikan) perkataan adil (dalam riwayat yang lain perkataan hak) dihadapan pemimpin yang lalim.
Ibnu Katsir mengatakan, nasihat seperti ini merupakan perkataan yang diungkapkan dengan nilai kelembutan yang sangat tinggi, kekokohan dan akal yang sempurna.
Baca juga: Nasib Bani Israil Setelah Firaun dan Bala Tentaranya Tenggelam
(mhy)
Lihat Juga :