Kisah Yaman Dikuasai Orang Nasrani Pasca Ashabul Ukhdud

Rabu, 14 September 2022 - 16:35 WIB
Kejadian serupa juga terjadi di negeri Irak, yakni di negeri Babilonia yang rajanya bernama Bukhtanasar. Dia membuat patung dan memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk bersujud menyembah patung itu. Tetapi Nabi Danial dan kedua sahabatnya yang bernama Ezria dan Misyail menolak, maka dibuatkan bagi mereka tungku api yang besar, lalu dilemparkan ke dalam tungku itu kayu bakar dan api sehingga apinya besar sekali.

Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud dengan Tukang Sihir dan Pendeta

Kemudian kedua sahabat Danial dilemparkan ke dalam tungku api itu. Maka Allah SWT menjadikan tungku api itu terasa sejuk oleh keduanya dan menjadi keselamatan. Allah menyelamatkan keduanya dan sebaliknya orang-orang yang tadinya berbuat aniaya terhadap Danial dimasukkan ke dalam tungku api itu, mereka terdiri dari sembilan golongan yang semuanya mati terbakar oleh api.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi sehubungan dengan firman Allah SWT: "Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit." (Al-Buruj:4) Bahwa parit itu di masa lalu ada tiga, yaitu di Irak, di Syam, dan di Yaman. "Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim," tulis Ibnu Katsir.

Sedangkan Muqatil meriwayatkan bahwa peristiwa parit juga ada tiga, yaitu di Najran di negeri Yaman, yang lainnya di negeri Syam, dan yang terakhir di Persia, mereka dibakar dengan api dalam parit-parit tersebut. Pelakunya yang di negeri Syam adalah Antonius dan orang-orang Romawi; dan yang di negeri Persia adalah Bukhtanasar, sedangkan yang di negeri Arab (yaitu negeri Yaman) adalah Yusuf alias Dzu Nuwas.

Adapun mengenai yang terjadi di negeri Persia dan negeri Syam, maka Allah SWT tidak menyebutkannya di dalam Al-Qur'an, dan hanya menyebutkan apa yang terjadi di Najran saja.

Ibnu Abu Hatim mengatakan mereka adalah suatu kaum yang ada di masa fatrah. Ketika mereka melihat fitnah dan kejahatan yang melanda manusia di masa mereka yang membuat mereka menjadi bergolong-golongan, dan masing-masing golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongannya sendiri, maka mereka memisahkan diri ke sebuah kampung, lalu mereka di dalam kampung itu menegakkan ibadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat.

Demikianlah yang mereka lakukan selama beberapa waktu hingga perihal mereka terdengar oleh seorang raja yang angkara murka dan sewenang-wenang. Maka terjadilah peristiwa yang menimpa mereka, yang bermula raja memanggil mereka dan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala-berhala yang disembah oleh raja dan orang-orangnya.

Baca juga: Kisah Ashabul Ukhdud, 20.000 Orang Nasrani Dibakar di Dalam Parit

Orang-orang yang beriman itu menolak dan mengatakan, "Kami tidak mau menyembah selain hanya kepada Allah semesta, tiada sekutu bagi-Nya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!