3 Jenis Tidur yang Dilarang, Nomor 2 Bisa Mendatangkan Penyakit
Kamis, 29 September 2022 - 19:15 WIB
Tidur yang baik dan sesuai syariat dapat mendatangkan manfaat dan berpahala, sebaliknya jika kita tidak mengetahui waktu yang tepat untuk tidur justru hanya akan mendatangkan keburukan. Foto ilustrasi/ist
Salah satu nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala adalah tidur . Karena, dengan tidur manusia memiliki waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya dari segala aktivitas. Akan tetapi, dalam Islam ada jenis dan waktu tertentu yang justru dilarang untuk tidur . Kenapa demikian?
Tidur sendiri adalah salah satu di antara tanda kekuasaan Allah Ta'ala. Sebagaimana tercantum dalam firmanNya :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS Ar Rum: 23)
Baca juga: Agar Tidur Bernilai Ibadah, Lakukan 2 Amalan Ini agar Pahala Bertambah
Ulama Ahlussunnah dan ahli tafsir, Syaikh Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di berkata ketika menafsirkan ayat di atas, “Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah sebagaimana yang Ia firmankan.
Kemudian, Allah Ta'ala juga berfirman :
“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. (QS Al Qashahs: 73).
Tidur sendiri adalah salah satu di antara tanda kekuasaan Allah Ta'ala. Sebagaimana tercantum dalam firmanNya :
وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS Ar Rum: 23)
Baca juga: Agar Tidur Bernilai Ibadah, Lakukan 2 Amalan Ini agar Pahala Bertambah
Ulama Ahlussunnah dan ahli tafsir, Syaikh Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di berkata ketika menafsirkan ayat di atas, “Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah sebagaimana yang Ia firmankan.
Kemudian, Allah Ta'ala juga berfirman :
وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. (QS Al Qashahs: 73).
Lihat Juga :