Deretan Ulama yang Mengkritik Penguasa Secara Terbuka
Selasa, 18 Oktober 2022 - 15:42 WIB
Para ulama terdahulu sering mengritik penguasa atau khalifah secara terbuka untuk menyampaikan kebenaran. Foto/Ilustrasi sahabat Nabi
Mengkritik penguasa secara terbuka tidaklah termasuk ghibah yang dilarang dalam Islam. Alalagi yang dikritik adalah penguasa zalim, hal ini dibolehkan dalam Islam.
Hanya saja menyampaikan haq (kebenaran) itu dianjurkan dengan cara yang santun, bukan kalimat caci dan makian. Dalam hadis terdapat keterangan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ، كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Artinya: "Seutama-utama Jihad adalah menyampaikan kalimat yang adil (haq) kepada penguasa (sulthan) yang zalim." (HR Abu Dawud 4346, at-Tirmidzi 2265, dan Ibnu Majah 4011)
Mengkritik penguasa secara terbuka pernah terjadi pada masa sahabat Nabi dan Tabi'in. Para Ulama kala itu sering mengkritik para Khalifah di depan umum.
Pengasuh Ma'had Subulana Bontang Kalimantan Timur, Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya menceritakan para ulama yang mengkritik penguasa secara terbuka. Berikut kisahnya:
1. Ibnu Abbas Mengkritik Kebijakan Sayyidina Ali
Ketika orang-orang menceritakan bahwa Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib menjatuhkan hukum bakar kepada orang-orang murtad, Ibnu Abbas berkata: "Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api)."
2. Wanita Tua Mengkritik Khalifah Umar bin Khattab
Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab menetapkan kebijakan pembatasan mahar, seorang wanita tua angkat bicara menolaknya padahal Umar masih berdiri diatas mimbar. "Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau tidak mendengar firman Allah: 'Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun... (QS. An Nisa ayat 20). Mendengar itu Umar langsung meralat keputusannya.
3. Abu Muslim Menolak Keputusan Muawiyah
Hanya saja menyampaikan haq (kebenaran) itu dianjurkan dengan cara yang santun, bukan kalimat caci dan makian. Dalam hadis terdapat keterangan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ، كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Artinya: "Seutama-utama Jihad adalah menyampaikan kalimat yang adil (haq) kepada penguasa (sulthan) yang zalim." (HR Abu Dawud 4346, at-Tirmidzi 2265, dan Ibnu Majah 4011)
Mengkritik penguasa secara terbuka pernah terjadi pada masa sahabat Nabi dan Tabi'in. Para Ulama kala itu sering mengkritik para Khalifah di depan umum.
Pengasuh Ma'had Subulana Bontang Kalimantan Timur, Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya menceritakan para ulama yang mengkritik penguasa secara terbuka. Berikut kisahnya:
1. Ibnu Abbas Mengkritik Kebijakan Sayyidina Ali
Ketika orang-orang menceritakan bahwa Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib menjatuhkan hukum bakar kepada orang-orang murtad, Ibnu Abbas berkata: "Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api)."
2. Wanita Tua Mengkritik Khalifah Umar bin Khattab
Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab menetapkan kebijakan pembatasan mahar, seorang wanita tua angkat bicara menolaknya padahal Umar masih berdiri diatas mimbar. "Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau tidak mendengar firman Allah: 'Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun... (QS. An Nisa ayat 20). Mendengar itu Umar langsung meralat keputusannya.
3. Abu Muslim Menolak Keputusan Muawiyah
Lihat Juga :