Suksesi Kepemimpinan: Mengapa Kaum Anshar Mengalah dengan Muhajirin?

Selasa, 25 Oktober 2022 - 16:55 WIB
Pendapat Kaum Syiah

Bagaimana sebenarnya penjelasan al-Qur'an tentang suksesi tersebut? Karena tidak ada penjelasan yang tegas, timbullah berbagai pendapat, sebagai lawan dari pendapat yang menyatakan bahwa para pemimpin dari suku Quraisy.

Baca juga: Kisah Khalifah Muawiyah Mengganti Sistem Demokratis ke Monarki

Kaum Syi'ah umpamanya, lebih spesifik dalam pandangan mereka tentang suksesi ini yakni haruslah dari keluarga sedarah yang terdekat dengan Nabi.

Maka para imam dari kaum Syi'ah, memang rentetan keturunan yang mempunyai hubungan darah dengan Nabi, yang dimulai dari Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi sendiri.

Berbeda dengan kedua pandangan Sunni dan Syi'ah tersebut, kaum Khawarij mengatakan bahwa pengganti Nabi tidaklah mesti dari suku Quraisy ataupun dari keturunan Nabi sendiri. Siapa saja dari kaum Muslim, bukan Arab sekalipun, kalau memenuhi persyaratan sebagai pemimpin ia boleh menggantikan nabi sebagai kepala negara tersebut.

"Pendapat Khawarij ini, dalam perkembangan berikutnya, terutama sesudah abad XVI M dianut oleh Sunni," ujar Yunan Nasution.

Baca juga: Kisah Khalifah Al-Hadi, Ketika Madinah Dikuasai Pemberontak
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!