Kisah Mukjizat dan Muslihat Bahauddin Naqsyabandi

Sabtu, 05 November 2022 - 09:51 WIB
Bahaudin Naqsabandi, pendiri tarekat Naqsabandiyah. Foto/Ilustrasi: Ist
Kisah berikut adalah salah satu bahan ajar Tarekat Naqsyabandiyah yang dinukil Idries Shah dalam bukunya berjudul "The Way of the Sufi". Sebelumnya mari kita mengenal dulu tentang tarekat tersebut.

Dalam buku yang diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha menjadi "Reportase Dunia Ma'rifat" (Risalah Gusti, 1999) itu, Idries Shah menjelaskan sekolah darwis yang disebut Khajagan ('Para Guru') muncul di Asia Tengah dan berpengaruh besar terhadap perkembangan kerajaan India dan Turki.

Tarekat mengembangkan banyak sekolah khusus, yang mengambil nama-nama individu. Banyak penulis menganggapnya sebagai awal dari seluruh 'mata rantai penyebaran' mistik.

Baca juga: Ajaran Sufi Hanya Bisa Dilakukan oleh Seorang Sufi

Khaja Bahauddin Naqsyabandi (wafat kira-kira 1389) adalah salah seorang dari tokoh-tokoh besar sekolah ini. Setelah masanya, dikenal sebagai Rangkaian Naqsyabandi; 'Para Perancang', atau 'Para Guru Desain.'

Bahauddin menghabiskan waktu 7 tahun sebagai kerabat istana, 7 tahun memelihara binatang dan 7 tahun dalam pembangunan jalan. Ia belajar di bawah bimbingan Baba as-Samasi yang mengagumkan, dan dihargai setelah kembali pada prinsip dan praktik Sufisme. Para syaikh Naqsyabandi sendiri mempunyai kewenangan untuk menuntun murid ke tarekat-tarekat darwis yang lain.

Karena mereka tidak pernah mengenakan busana aneh di depan umum, dan karena anggota mereka tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian, para sarjana tidak merekonstruksi sejarah tarekat, dan sering kesulitan mengidentifikasi anggota-anggotanya. Sebagian karena tradisi 'Para Guru' bekerja sepenuhnya di dalam kerangka kerja sosial dan kultur di mana mereka bertugas, penganut Naqsyabandi di Timur Tengah dan Asia Tengah memperoleh reputasi sebagai umat Muslim yang taat. Selanjutnya berikut kisah yang menjadi bahan ajar di tarekat tersebut"

Baca juga: Kepala Tarekat Naqsyabandiyah Menyebut Dirinya Anjing

Mukjizat dan Muslihat

Suatu ketika Bahauddin menerima seorang Qalandar yang menawarkan diri melakukan keajaiban, sebagai bukti bahwa ia mewakili guru mistik paling agung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!