Kisah Mukjizat dan Muslihat Bahauddin Naqsyabandi

Sabtu, 05 November 2022 - 09:51 WIB
Asy-Syah berkata:

"Kami di sini di Bukhara adalah komunitas yang unik, yang ditakdirkan untuk tidak menghasilkan atau membenarkan hal-hal khusus yang paling kecil, dengan peristiwa-peristiwa luar biasa yang disebut mukjizat (keajaiban). Tetapi bernilai bagimu untuk menunjukkan di depan seluruh perkumpulan kaum darwis, dan semua yang datang menemui kami."

Maka waktu pertunjukan pun diatur untuk penampilan si Qalandar asing. Sepanjang hari ia menunjukkan keajaiban satu demi satu; ia membawa kematian menuju kehidupan, ia berjalan di atas air, ia membuat kepala yang terputus berbicara dan keajaiban-keajaiban lain.

Baca juga: Para Guru Desain dan Bagaimana Tarekat Diwujudkan

Warga Bukhara gempar. Sebagian mengatakan bahwa ia pasti murid setan, karena mereka tidak mau menerima cara hidupnya atau mempercayainya sebagai kekuatan yang bermanfaat. Sebagian pendukung asy-Syah menyatakan diri mereka puas, "Matahari baru telah terbit", dan mereka berusaha mempersiapkan tempat ibadahnya. Sebagian murid baru asy-Syah memintanya menunjukkan keajaiban yang sama, untuk menunjukkan pada mereka bahwa ia mampu.

Bahauddin tidak berbuat apa pun selama tiga hari. Maka, di depan banyak orang, ia mulai menunjukkan apa yang dapat disebut keajaiban. Satu per satu, orang-orang melihat sesuatu yang sulit dipercaya. Mereka melihat, mendengar dan menyentuh hal yang bahkan tidak dapat dibayangkan tentang mukjizat orang-orang suci sepanjang masa.

Maka Bahauddin, satu per satu, menunjukkan pada mereka, bagaimana muslihat yang dilakukan, dan bahwa mereka telah teperdaya.

"Kalian yang mencari permainan sulap -- ikuti jalan permainan sulap," katanya, "karena aku mengerjakan yang lebih serius."

Baca juga: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!