Catatan Mualaf Jerman Wilfred Hoffman tentang Sejarah Organisasi Islam di Amerika
Senin, 21 November 2022 - 05:15 WIB
Bisa diduga, dengan serta-merta mereka menolak ajakannya.
Perjalanan sejarah berubah secara revolusioner sampai-sampai melahirkan gerakan separatis hitam baru, yaitu ketika Louis Farrakhan mendirikan Umat Islam Baru yang menganut garis keras.
Tentu saja, perkembangan ini merusak citra Islam di Amerika secara umum. Masa depan akhirnya memihak mayoritas muslim kulit hitam yang secara perlahan namun pasti, kembali menuju sumber-sumber Islam yang hakiki.
Sampai hari ini saja terdapat 50.000 naskah terjemahan Al-Qur'an dalam edisi bahasa Inggris yang beredar di pasaran dengan harga murah berkat usaha organisasi (Tahrike, Tarsile) yang didirikan lima tahun lain.
Jika ada yang bertanya, di mana terdapat "percetakan masa kini" yang bisa dianggap sebagai lembaga terbesar dalam menangani distribusi buku-buku keislaman, dan paling banyak cabangnya? Jawabannya, tentu ada di Ann Arbor, Michigan. Apa ada di tempat lain?
Baca juga: Mualaf Jerman Wilfred Hoffman Bicara tentang Bagaimana Menghadapi Maut
Keluarga Katholik
Siapa Hoffman? Nama sebelum ia masuk Islam adalah Wilfred Hoffman. Begitu memeluk Islam, namanya ditambah menjadi Murad Wilfred Hoffman atau lebih populer dengan Murad Hoffman.
Dia terlahir pada 6 Juli 1931, dari sebuah keluarga Katholik, di Jerman. Pendidikan Universitasnya dilalui di Union College, New York. Dia Doktor dalam bidang Undang-Undang Jerman, juga magister dari Universitas Harvard dalam bidang Undang-Undang Amerika.
Ia bekerja di kementerian luar negeri Jerman, semenjak tahun 1961 hingga tahun 1994. Ia terutama bertugas dalam masalah pertahanan nuklir. Murad pernah menjadi direktur penerangan NATO di Brussel, Duta Besar Jerman di Aljazair dan terakhir Duta Besar Jerman di Maroko, hingga tahun 1994.
Perjalanan sejarah berubah secara revolusioner sampai-sampai melahirkan gerakan separatis hitam baru, yaitu ketika Louis Farrakhan mendirikan Umat Islam Baru yang menganut garis keras.
Tentu saja, perkembangan ini merusak citra Islam di Amerika secara umum. Masa depan akhirnya memihak mayoritas muslim kulit hitam yang secara perlahan namun pasti, kembali menuju sumber-sumber Islam yang hakiki.
Sampai hari ini saja terdapat 50.000 naskah terjemahan Al-Qur'an dalam edisi bahasa Inggris yang beredar di pasaran dengan harga murah berkat usaha organisasi (Tahrike, Tarsile) yang didirikan lima tahun lain.
Jika ada yang bertanya, di mana terdapat "percetakan masa kini" yang bisa dianggap sebagai lembaga terbesar dalam menangani distribusi buku-buku keislaman, dan paling banyak cabangnya? Jawabannya, tentu ada di Ann Arbor, Michigan. Apa ada di tempat lain?
Baca juga: Mualaf Jerman Wilfred Hoffman Bicara tentang Bagaimana Menghadapi Maut
Keluarga Katholik
Siapa Hoffman? Nama sebelum ia masuk Islam adalah Wilfred Hoffman. Begitu memeluk Islam, namanya ditambah menjadi Murad Wilfred Hoffman atau lebih populer dengan Murad Hoffman.
Dia terlahir pada 6 Juli 1931, dari sebuah keluarga Katholik, di Jerman. Pendidikan Universitasnya dilalui di Union College, New York. Dia Doktor dalam bidang Undang-Undang Jerman, juga magister dari Universitas Harvard dalam bidang Undang-Undang Amerika.
Ia bekerja di kementerian luar negeri Jerman, semenjak tahun 1961 hingga tahun 1994. Ia terutama bertugas dalam masalah pertahanan nuklir. Murad pernah menjadi direktur penerangan NATO di Brussel, Duta Besar Jerman di Aljazair dan terakhir Duta Besar Jerman di Maroko, hingga tahun 1994.
Lihat Juga :