Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam
Senin, 02 Januari 2023 - 13:43 WIB
Kata Islaam disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran. Satu di antaranya adalah sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islaam. Pada aspek ini, Islam dimaknai sebagai pintu kebenaran. Kata Islaam (الاسلام) adalah pintu utama (main gate) untuk masuk ke dalam tatanan agama kebenaran. Sehingga yang masuk ke pintu tersebut adalah mereka yang telah mengimani. Jika belum mengimani maka seseorang itu tidak bisa dikategorikan masuk Islam.
Sehingga perintah-perintah keagamaan kepada orang-orang Islam pada gholibnya dimulai dengan seruan: "Wahai orang-orang yang beriman."
Masalahnya kemudian adalah ketika seseorang telah masuk ke pintu utama (main gate) Islam itu, seseorang itu belum tentu telah melaksanakan semua tuntunan (kurikulum) hidup yang digariskan oleh Islam. Itulah sebabnya Allah menyeru mereka untuk masuk ke dalam agama dengan penyebutan: SILM (lihat di bawah) secara sempurna.
Kedua, dari salima juga terlahir kata "SILM" (السلم). Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam SILM (agama Islam) secara kaffah (sempurna)."
Islam pada sisi "SILM" ini merupakan rincian tuntunan atau kurikulum hidup yang tercakup dalam tatanan agama Islam. Tuntunan itu terbagi kepada empat bagian yang saling terkait: "Akidah, ibadah, mu'amalat dan akhlak."
Akidah adalah tuntunan yang terkait dengan aspek keimanan seorang Muslim. Hanya saja aspek ini tidak nampak. Dan karenanya parlu pembuktian dalam bentuk ibadah. Namun, ibadah perlu juga dibuktikan dalam relasi sosial yang disebut Mu'amalat. Tapi mu'amalat itu hanya akan bernilai ketika terbangun di atas etika yang disebut akhlak.
Maka ketika orang-orang yang sudah masuk ke dalam tatanan Islam (Al-Islaam) diseru untuk masuk Islam (As-SILM) secara sempurna dimaksudkan agar mereka memastikan bahwa akidah mereka benar, ibadah mereka benar, mu’amalat mereka benar, dan akhlak mereka mulia.
Tiga, kata Salima akhirnya melahirkan kata "as-Salaam (السلام). Bahwa ketika keislaman (SILM) itu telah disempurnakan (akidah, ibadah, nu’amalat, akhlak) maka itulah yang akan melahirkan kedamaian dan ketentraman dalam hidup manusia. Karena itu, kedamaian sejati dalam pandangan Islam bukan sekadar tiadanya perang. Kedamiaan dan ketentraman hidup justeru hadir ketika Islam telah disempurnakan pada keempat aspeknya.
Solusi Menghadapi Buasnya Materialisme
Disebutkan terdahulu bahwa konsep materialisme juga melahirkan ragam konsep kehidupan untuk mendukung eksistensinya. Konsep ekonomi kapitalis misalnya dilahirkan untuk semakin memperkuat kungkungan paham materialisme dunia modern. Manusia semakin rakus, egois, bahkan buas demi memperkaya diri tanpa pertimbangan etika dan kemanusiaan.
Sehingga perintah-perintah keagamaan kepada orang-orang Islam pada gholibnya dimulai dengan seruan: "Wahai orang-orang yang beriman."
Masalahnya kemudian adalah ketika seseorang telah masuk ke pintu utama (main gate) Islam itu, seseorang itu belum tentu telah melaksanakan semua tuntunan (kurikulum) hidup yang digariskan oleh Islam. Itulah sebabnya Allah menyeru mereka untuk masuk ke dalam agama dengan penyebutan: SILM (lihat di bawah) secara sempurna.
Kedua, dari salima juga terlahir kata "SILM" (السلم). Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam SILM (agama Islam) secara kaffah (sempurna)."
Islam pada sisi "SILM" ini merupakan rincian tuntunan atau kurikulum hidup yang tercakup dalam tatanan agama Islam. Tuntunan itu terbagi kepada empat bagian yang saling terkait: "Akidah, ibadah, mu'amalat dan akhlak."
Akidah adalah tuntunan yang terkait dengan aspek keimanan seorang Muslim. Hanya saja aspek ini tidak nampak. Dan karenanya parlu pembuktian dalam bentuk ibadah. Namun, ibadah perlu juga dibuktikan dalam relasi sosial yang disebut Mu'amalat. Tapi mu'amalat itu hanya akan bernilai ketika terbangun di atas etika yang disebut akhlak.
Maka ketika orang-orang yang sudah masuk ke dalam tatanan Islam (Al-Islaam) diseru untuk masuk Islam (As-SILM) secara sempurna dimaksudkan agar mereka memastikan bahwa akidah mereka benar, ibadah mereka benar, mu’amalat mereka benar, dan akhlak mereka mulia.
Tiga, kata Salima akhirnya melahirkan kata "as-Salaam (السلام). Bahwa ketika keislaman (SILM) itu telah disempurnakan (akidah, ibadah, nu’amalat, akhlak) maka itulah yang akan melahirkan kedamaian dan ketentraman dalam hidup manusia. Karena itu, kedamaian sejati dalam pandangan Islam bukan sekadar tiadanya perang. Kedamiaan dan ketentraman hidup justeru hadir ketika Islam telah disempurnakan pada keempat aspeknya.
Solusi Menghadapi Buasnya Materialisme
Disebutkan terdahulu bahwa konsep materialisme juga melahirkan ragam konsep kehidupan untuk mendukung eksistensinya. Konsep ekonomi kapitalis misalnya dilahirkan untuk semakin memperkuat kungkungan paham materialisme dunia modern. Manusia semakin rakus, egois, bahkan buas demi memperkaya diri tanpa pertimbangan etika dan kemanusiaan.
Lihat Juga :