Kandungan dan Asbabun Nuzul Surat Az-Zukhruf
Selasa, 17 Januari 2023 - 17:34 WIB
Setelah itu mereka pun berkata: "Kalaupun manusia, maka selain Muhammad tentu lebih berhak menerima risalah itu," mereka juga berkata: "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) yang lebih mulia dari Muhammad." Yang mereka maksud adalah Al-Walid bin Al Mughirah dari Makkah dan Mas'ud bin Amru Ats-Tsaqafi dari Thaif.
Maka Allah menurunkan ayat: "Dan mereka berkata: "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaif) ini?"
Ayat 36, Allah berfirman:
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ
Artinya: "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."
Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Qatadah, dia mengatakan: "Al-Walid bin Al-Mughirah berkata: Seandainya apa yang dikatakan Muhammad adalah benar maka akan turunlah Al-Qur'an kepadaku atau kepada Ibnu Mas'ud Ats Tsaqafi.' Maka turunlah ayat tersebut.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Muhammad bin Utsman Al Makhzumi bahwasannya orang orang Quraisy berkata: "Tentukanlah dari setiap satu orang pengikut Muhammad, untuk diadakan satu orang laki-laki."
Maka mereka menentukan untuk Abu Bakar seorang laki-laki bernama Thalhah. Thalhah lalu mendatangi Abu Bakar yang bersama dengan kaumnya. Abu Bakar lalu bertanya, "Kepada apa engkau mau mengajakku?" Thalhah berkata: "Aku mengajakmu untuk menyembah Al Latta dan Al Uzza."
Abu Bakar bertanya, "Apa itu Al-Latta?" Thalhah menjawab, "Yaitu Tuhan kami." Abu Bakar bertanya: "Lantas apa itu Al-Uzza?" Thalhah berkata: "Yaitu anak perempuan Allah." Abu Bakar bertanya, "Lantas siapa ibunya?" Thalhah diam dan tidak bisa menjawab.
Dia kemudian berkata kepada para sahabatnya, "Jawablah pertanyaan laki laki ini." Orang orang yang ada disitu juga terdiam. Kemudian Thalhah berkata, "Bangunlah wahai Abu Bakar, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Maka turunlah ayat, "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan)."
Ayat 57, Allah berfirman:
وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
Artinya: "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya."
Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih begitu pula dengan Ath-Thabarani yang meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah SAW berkata kepada orang-orang Quraisy:
"Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang menyembah selain Allah yang akan mendapat kebaikan." Maka mereka berkata: "Bukankah engkau menyangka bahwa Isa dahulunya adalah seorang Nabi dan hamba yang shalih. Padahal dirinya dijadikan sesembahan selain Allah."
Maka Allah menurunkan ayat: "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya."
Ayat 80, Allah berfirman:
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Artinya: "Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka."
Maka Allah menurunkan ayat: "Dan mereka berkata: "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaif) ini?"
Ayat 36, Allah berfirman:
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ
Artinya: "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."
Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Qatadah, dia mengatakan: "Al-Walid bin Al-Mughirah berkata: Seandainya apa yang dikatakan Muhammad adalah benar maka akan turunlah Al-Qur'an kepadaku atau kepada Ibnu Mas'ud Ats Tsaqafi.' Maka turunlah ayat tersebut.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Muhammad bin Utsman Al Makhzumi bahwasannya orang orang Quraisy berkata: "Tentukanlah dari setiap satu orang pengikut Muhammad, untuk diadakan satu orang laki-laki."
Maka mereka menentukan untuk Abu Bakar seorang laki-laki bernama Thalhah. Thalhah lalu mendatangi Abu Bakar yang bersama dengan kaumnya. Abu Bakar lalu bertanya, "Kepada apa engkau mau mengajakku?" Thalhah berkata: "Aku mengajakmu untuk menyembah Al Latta dan Al Uzza."
Abu Bakar bertanya, "Apa itu Al-Latta?" Thalhah menjawab, "Yaitu Tuhan kami." Abu Bakar bertanya: "Lantas apa itu Al-Uzza?" Thalhah berkata: "Yaitu anak perempuan Allah." Abu Bakar bertanya, "Lantas siapa ibunya?" Thalhah diam dan tidak bisa menjawab.
Dia kemudian berkata kepada para sahabatnya, "Jawablah pertanyaan laki laki ini." Orang orang yang ada disitu juga terdiam. Kemudian Thalhah berkata, "Bangunlah wahai Abu Bakar, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Maka turunlah ayat, "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan)."
Ayat 57, Allah berfirman:
وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
Artinya: "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya."
Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih begitu pula dengan Ath-Thabarani yang meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah SAW berkata kepada orang-orang Quraisy:
"Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang menyembah selain Allah yang akan mendapat kebaikan." Maka mereka berkata: "Bukankah engkau menyangka bahwa Isa dahulunya adalah seorang Nabi dan hamba yang shalih. Padahal dirinya dijadikan sesembahan selain Allah."
Maka Allah menurunkan ayat: "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya."
Ayat 80, Allah berfirman:
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Artinya: "Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka."
Lihat Juga :