Biografi Sunan Kalijaga, Sejarah Hingga Cara Berdakwah

Senin, 30 Januari 2023 - 21:21 WIB
loading...
Biografi Sunan Kalijaga,...
Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga memiliki nama asli Joko Said, yang diperkirakan lahir pada Tahun 1450 M. Foto/dok ruangteori
A A A
Sunan Kalijaga merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berasal dari Tuban dan menyebarkan agama Islam di wilayah pulau Jawa.

Sosok Sunan Kalijaga hingga saat ini masih dihormati umat Islam di Tanah Air. Makamnya yang berada di Kelurahan Kadilangu, Demak tidak pernah sepi dari kunjungan para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Cara dakwah yang merakyat dengan menggunakan kesenian daerah membuatnya terkenal dan mudah diterima oleh masyarakat di Pula Jawa. Inilah yang membuat Sunan Kalijaga berbeda dengan tokoh Wali Songo lainnya karena beliau sangat paham betul tentang pergerakan, permasalahan hingga aliran yang sedang berkembang dalam masyarakat.

Masa Muda Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga memiliki nama asli Joko Said, yang diperkirakan lahir pada Tahun 1450 M. Ia merupakan putra dari adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ayahnya merupakan keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe.

Adipati Arya Wilatikta adalah sosok pemimpin yang terkenal kejam dan sangat taklid terhadap pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu meskipun dirinya seorang muslim.

Ia tak segan untuk meminta pajak yang tinggi tanpa memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Atas dasar itulah Joko Said mulai memberanikan diri untuk membangkan dan tidak setuju terhadap segala keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan ayahnya.

Hingga puncaknya, Joko Said membongkar lumbung kadipaten dan membagikan seluruh padi dan beras yang ada didalamnya kepada rakyat miskin yang berada dibawah kekuasaan ayahnya.

Tidak berlangsung lama Adipati Arya Wilatikta mengadakan sidang dan mengadili Joko Said karena terbukti merusak lumbung padi ayahnya. Joko Said memberikan alasan bahwa yang dilakukannya berlandaskan Islam. Ayahnya terlalu menumpuk harta untuk dirinya sedangkan rakyatnya kelaparan dan menderita.

Dengan alasan tersebut Joko Said diusir dari Kadipaten dan tidak boleh kembali pulang sebelum menggetarkan Tuban dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an.

Setelah diusir dari Istana ia tetap melanjutkan misinya untuk mensejahterakan rakyat miskin dengan cara merampok. Namun dalam merampok Joko Said hanya merampok rumah orang yang terkenal kaya dan membagikan hasil curiannya secara adil kepada rakyat yang kurang mampu. Maka dari itu ia dijuluki sebagai "Brandal Lokajaya" atau perampok yang budiman.

Akan tetapi setelah bertemu dengan Sunan Bonang semua perilaku dari Joko Said pun berubah. Hal ini bisa terjadi lantaran ia telah dinasehati bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk dari hambanya.

Kemudian Joko Said menjadi murid Sunan Bonang dan mendalami Ilmu agama Islam. Setelah menimba ilmu agama yang cukup lama dan dinilai cukup mumpuni menurut Sunan Bonang. Joko Said kemudian dilepas untuk berdakwah dan mengamalkan ilmu agama Islam.

Sejarah Nama Kalijaga
Mengutip infobiografi, nama Kalijaga berasal dari bahasa Arab "Qadi" dan namanya sendiri "Joko Said". Frase ini asalnya dari Qadhi Joko Said yang artinya "Hakim Joko Said".

Karena menurut sejarah mencatat bahwa saat Wilayah Demak didirikan pada Tahun 1478, Sunan Kalijaga diserahi tugas sebagai Qadhi (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu, yaitu Sunan Giri.

Dalam sejarahnya, masyarakat Jawa dikenal kuat dalam hal penyimpangan pelafalan kata-kata dari bahasa Arab, seperti istilah Sekaten (dari Syahadatain), Kalimosodo (dari Kalimah Syahadah), Mulud (dari Maulid). Maka tak aneh bila frase "Qadhi Joko" kemudian tersimpangkan menjadi "Kalijogo" atau Kalijaga.

Cara Dakwah Sunan Kalijaga
Dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Kalijaga telah membawa paham keagamaan yaitu salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang bermotto 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Hal ini dibuktikan dengan ketegasan beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah 'kekafiran' Syaikh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama.

Saat berdakwah Sunan Kalijaga sangat toleran terhadap budaya lokal. Ia memiliki pendapat sendiri bahwa masyarakat akan menjauh jika diusik pendiriannya. Maka dari itu mereka harus didekati secara bertahap, dengan mengikuti sambil mempengaruhi dengan ajaran Islam.

Sunan Kalijaga menggunakan seni ukir, wayang, gamelan serta seni suara sebagai sarana dakwah. Selain itu beliau juga memiliki lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.

Selain itu beliaulah yang menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu (Petruk Jadi Raja).

Dengan cara tersebut membuktikan bahwa dakwahnya sangat efektif. Sehingga banyak adipati di pulau jawa memeluk agama Islam melalui Sunan Kalijaga. Itulah sekilas biografi dan perjalanan dakwah Sunan Kalijaga. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Ngaji Gus Baha Terbaru: Sunan Kalijaga Pelopor Jawanisasi Islam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Profil dan Biodata Ustaz...
Profil dan Biodata Ustaz Solihin Hasibuan, Ulama Palembang yang Meninggal Dunia
Profil dan Biodata KH...
Profil dan Biodata KH Imaduddin Utsman al-Bantani
Profil Nasaruddin Umar,...
Profil Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal yang Jadi Menteri Agama Kabinet Merah Putih
4 Fakta KH Asmuni Muhammad...
4 Fakta KH Asmuni Muhammad Noor, Ulama yang Meninggal saat Ceramah Peringatan Maulid Nabi
Bacaan Wirid Sunan Kalijaga...
Bacaan Wirid Sunan Kalijaga untuk Lancarkan Rezeki
Biodata Hanan Attaki,...
Biodata Hanan Attaki, Ustaz Kondang Tanah Air yang Gaya Dakwahnya Disukai Anak Muda
Rekomendasi
Ilmuwan Teliti Sistem...
Ilmuwan Teliti Sistem Mekanis Rahang Semut yang Sangat Cepat
Kisah Imam Al-Ghazali...
Kisah Imam Al-Ghazali saat Mengalami Krisis Kepercayaan
Cuaca Ekstrem, Hujan...
Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Melanda Wilayah Makkah
Artikel Terkini
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Infografis
Lima Petinju Muslim...
Lima Petinju Muslim Eropa Terbaik Sepanjang Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved