Penyakit Gila Popularitas dan Suka Dipuji Serta Cara Mengobatinya
Rabu, 01 Februari 2023 - 22:47 WIB
loading...
A
A
A
إِيَّاكُمْ وَالتَّمَادُحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ
Artinya: "Jauhilah oleh kalian suka dipuji, karena dengan dengan pujian seakan kalian disembelih." (HR Ahmad)
Diriwayatkan dalam shahih Al-Bukhari, ada seseorang memuji-muji seorang laki-laki di hadapan Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda:
وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ مِرَارًا
"Celaka kamu, kamu telah memenggal leher sahabatmu, kamu telah memenggal leher sahabatmu". Kalimat ini diucapkan oleh Beliau berulang kali.
Imam Munawi rahimahullah menjelaskan, senang dipuji akan menjadi penyakit bagi agama orang yang memuji ataupun yang dipuji. Ini akan mematikan hati, sehingga mati pula agamanya. Juga orang yang dipuji seperti disembelih, karena ia akan tertipu dengan sifat ujub dan sombong." [Faidh al-Qadir (3/129)]
Cara Mengobatinya
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan di antara cara mengobati penyakit gila popularitas ini yaitu:
حب الجاه من المهلكات فيجب علاجه وإزالته عن القلب, ومن فهم الآخرة...صغر الجاه من عينيه, إلا أن ذلك إنما يصغر في عين من ينظر إلى الآخرة, كأنه يشاهدها, ويستحقر العاجلة, ويكون الموت كالحاصل بين يديه,...ويتفكر في الأخطار التي يستهدف لها أرباب الجاه, فإن كل ذي جاه محسود, ومقصود بالإيذاء, وخائف على الدوام على جاهه...
Artinya: "Cinta pujian dan popularitas merupakan penyakit yang mematikan yang harus segera disembuhkan dari hati seseorang. Siapa yang telah memahami hakikat akhirat, maka akan menjadi remeh baginya popularitas.
Demikianlah, keinginanan untuk terkenal bisa dilemahkan dengan mengingat Akhirat. Seakan-akan akhirat itu bisa ia saksikan. Membayangkan dekatnya ajal dan kematian yang sudah ada di hadapannya.
Lalu ia merenungkan puncak pencapaian dari sebuah popularitas (yang tidak ada apa-apa di sana). Bahkan setiap pemilik kepopuleran akan didengki. Oraang lain akan berusaha mencelakainya. Lalu diapun akan terus menerus dalam ketakutan dalam kepopulerannya.."
Artinya: "Jauhilah oleh kalian suka dipuji, karena dengan dengan pujian seakan kalian disembelih." (HR Ahmad)
Diriwayatkan dalam shahih Al-Bukhari, ada seseorang memuji-muji seorang laki-laki di hadapan Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda:
وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ مِرَارًا
"Celaka kamu, kamu telah memenggal leher sahabatmu, kamu telah memenggal leher sahabatmu". Kalimat ini diucapkan oleh Beliau berulang kali.
Imam Munawi rahimahullah menjelaskan, senang dipuji akan menjadi penyakit bagi agama orang yang memuji ataupun yang dipuji. Ini akan mematikan hati, sehingga mati pula agamanya. Juga orang yang dipuji seperti disembelih, karena ia akan tertipu dengan sifat ujub dan sombong." [Faidh al-Qadir (3/129)]
Cara Mengobatinya
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan di antara cara mengobati penyakit gila popularitas ini yaitu:
حب الجاه من المهلكات فيجب علاجه وإزالته عن القلب, ومن فهم الآخرة...صغر الجاه من عينيه, إلا أن ذلك إنما يصغر في عين من ينظر إلى الآخرة, كأنه يشاهدها, ويستحقر العاجلة, ويكون الموت كالحاصل بين يديه,...ويتفكر في الأخطار التي يستهدف لها أرباب الجاه, فإن كل ذي جاه محسود, ومقصود بالإيذاء, وخائف على الدوام على جاهه...
Artinya: "Cinta pujian dan popularitas merupakan penyakit yang mematikan yang harus segera disembuhkan dari hati seseorang. Siapa yang telah memahami hakikat akhirat, maka akan menjadi remeh baginya popularitas.
Demikianlah, keinginanan untuk terkenal bisa dilemahkan dengan mengingat Akhirat. Seakan-akan akhirat itu bisa ia saksikan. Membayangkan dekatnya ajal dan kematian yang sudah ada di hadapannya.
Lalu ia merenungkan puncak pencapaian dari sebuah popularitas (yang tidak ada apa-apa di sana). Bahkan setiap pemilik kepopuleran akan didengki. Oraang lain akan berusaha mencelakainya. Lalu diapun akan terus menerus dalam ketakutan dalam kepopulerannya.."
Lihat Juga :