Misi Hadis Penaklukan Konstantinopel, Bukan Sekadar Hagia Shopia

Rabu, 15 Juli 2020 - 15:38 WIB
loading...
A A A
Pertama, memperbaiki birokrasi negara. Sebelum melakukan ekspansi ke Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih terlebih dahulu memperbaiki kondisi di dalam negerinya. Beliau memperhatikan urusan keuangan negara, mencari sumber-sumber pendapatan negara dan membatasi alokasi pembelanjaannya.

Muhammad Al-Fatih melakukan pencegahan terjadinya pemborosan pada keuangan negara, memperbaiki administrasi pemerintahan daerah, mengganti pejabat yang malas dan mempertahankan yang masih benar dalam menjalankan amanah dengan baik.

Baca juga: Turki Akan Tutup Mosaik Hagia Sophia Selama Salat

Kedua, persiapan militer. Muhammad Al-Fatih mengumpulkan pasukan-pasukan terbaiknya dalam jumlah yang begitu besar hingga mencapai 250.000 orang. Jumlah pasukan yang sangat besar untuk mewujudkan sebuah cita-cita yang sudah ratusan tahun belum bisa tercapai sama sekali.

Persenjataan yang hingga hari ini masih menjadi simbol dari kekuatan Muhammad Al-Fatih dan pasukannya adalah meriam raksasa.

Meriam raksasa ini dibuat oleh Orban yang menawarkan jasanya kepada Muhammad Al-Fatih dengan bayaran tertentu.

Baca juga: Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Warga Turki Semringah

Selain persenjataan, Sultan Muhammad Al-Fatih juga melakukan pembangunan benteng dan memperkuat armada lautnya. Muhammad Al-Fatih membangun benteng yang bernama Rumeli Hissari benteng ini dibangun di sebelah barat Selat Bosporus.

Ketiga, mengadakan perjanjian damai. Sebelum melakukan penyerangan ke Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih mengadakan perjanjian damai dengan beberapa Negara Eropa yang menjadi lawannya. Hal ini dilakukan supaya Negara-negara Eropa tidak membantu Konstantinopel dan tidak membahayakan stabilitas negeri Utsmaniyah.

Muhammad Al-Fatih antara lain melakukan perjanjian damai dengan Galata, Venesia, Walachia, Hungaria, dan Genoa. (Baca juga: Hagia Sophia dan Masjid-Masjid yang Menjadi Gereja )

Setelah langkah-langkah ini dilakukan Al-Fatih melakukan penaklukan. Dan terbukti benar bahwa, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Dalil Perintah Kurban...
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Rekomendasi
Injil Kuno Berbahasa...
Injil Kuno Berbahasa Syria Ditemukan, Simak Sebagian Terjemahamannya
Bumi Berdenyut 26 Detik...
Bumi Berdenyut 26 Detik Sekali, Kondisi Genting atau Fenomena Biasa?
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Artikel Terkini
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved