Kisah Sufi Malik Dinar Mencari Guru Tersembunyi

Minggu, 05 Februari 2023 - 14:32 WIB
loading...
A A A
"Terserah kau sajalah," kata darwis itu.

Akan tetapi, ketika mereka sampai di situ, mereka menyaksikan beberapa pengembara yang lain sedang mengumpulkan banyak sekali madu. "Sungguh beruntung kita!" kata orang-orang itu. "Madu ini cukup bagi orang sekota. Sekarang, kita para musafir miskin bisa menjadi pedagang; dan masa depan kita tentunya cerah."

Dinar dan Fatih pun meninggalkan tempat itu.

Sekarang mencapai sebuah bukit yang dari arah lerengnya terdengar suara dengungan. Sang Darwis pun menempelkan telinganya di tanah. Kemudian, katanya, "Dibawah sana ada jutaan semut, mereka sedang membangun sebuah koloni. Dengung itu adalah permintaan tolong. Dalam bahasa semut artinya kira-kira: 'Tolonglah kami, tolonglah kami. Kami sedang mengeruk, tetapi kini pekerjaan kami terhambat oleh bebatuan aneh. Tolonglah kami mengangkatnya.' Maukah kau agar kita turun dan menolong koloni semut itu; atau sebaiknya kita bercepat-cepat saja melanjutkan perjalanan?"

"Semut dan batu bukan urusan kita, saudaraku," kata Dinar, "Sebab tujuan perjalanan ini adalah mencari Sang Guru."

"Kalau itu pikirmu, saudaraku, " kata darwis itu, "tetapi ada dikatakan bahwa segala hal sebenarnya saling terkait, dan soal semut ini mungkin saja ada kaitan tertentu dengan kita."

Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

Namun, Dinar tak mengindahkan perkataan Sang Darwis , dan mereka pun kembali meneruskan perjalanan.

Mereka berdua mengaso ketiba malam turun, dan Dinar menyadari bahwa ia telah kehilangan pisaunya. "Pasti terjatuh waktu di bukit semut tadi," katanya. Paginya merekapun kembali ke bukit itu.

Setibanya di sana, mereka tak tetap menemukan pisau milik Dinar itu. Sebaiknya, kedua pengembara itu menyaksikan sekelompok orang yang sedang berkubang dalam lumpur, dan sebelahnya terdapat tumpukan koin emas. "Ini," kata salah seorang menjelaskan, "adalah harta terpendam yang baru saja kami gali. Kami sedang berjalan-jalan ketika seorang darwis tua yang lemah berkata kepada kami, 'Galilah tempat ini, dan akan kalian saksikan bahwa apa yang bagi sebagian orang dianggap batu, sesungguhnya emas bagi orang yang lain.'"

Dinar pun mengutuki nasibnya, "O, Darwis, kalau saja tadi malam kita berhenti," katanya, "tentu kita sekarang sudah kaya raya." Kelompok lain itu berkata, "Sobat, sepertinya kami mengenali Darwis temanmu itu; ia mirip dengan Darwis yang kami lihat semalam."

"Rupa semua Darwis memang tampaknya sama," kata Fatih. Dan mereka pun berpisah jalan.

Dinar dan Fatih pun melanjutkan perjalanan, dan beberapa hari kemudian sampailah mereka di tepi sungai yang indah. Sang Darwis singgah dan sementara mereka menunggu perahu penyeberangan, ada seekor ikan muncul ke permukaan air beberapa kali sambil menggerak-gerakkan mulutnya.

"Ikan itu," kata Sang Darwis, "menyampaikan pesan kepada kita. Katanya, 'Saya tak sengaja menelan sebuah batu. Tangkap dan berilah saya makan tumbuhan tertentu supaya batu itu keluar, dan saya bisa lega kembali. Pengembara, kasihanilah saya!'"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Fakta Gunung Bergerak,...
Fakta Gunung Bergerak, Berikut Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Kisah Imam Al-Ghazali...
Kisah Imam Al-Ghazali saat Mengalami Krisis Kepercayaan
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved