3 Organisasi Islam Tertua dan Terbesar di Indonesia
Minggu, 12 Februari 2023 - 05:10 WIB
loading...
Tiga organisasi Islam tertua ini lahir sebelum kemerdekaan RI. Hingga kini tetap eksis dan memiliki banyak pengikut. Foto/Ist
A
A
A
Sebelum Indonesia merdeka Tahun 1945, terdapat beberapa organisasi Islam yang lahir dan tetap eksis hingga sekarang. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Islam di Indonesia.
Di antaranya faktor pendidikan dan sosial kemasyarakatan, keprihatinan terhadap kondisi umat, keinginan melawan kolonialisme, untuk kepentingan dakwah Islam, amar makruf dan lainnya.
Sebagian besar organisasi Islam di Indonesia lahir setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Namun, ada tiga organisasi Islam terbesar yang lahir sebelum kemerdekaan.
Ketiganya merupakan organisasi Islam tertua yang hingga kini tetap eksis dan memiliki banyak pengikut:
1. Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam tertua yang lahir di Yogyakarta pada 18 November 1912. Organisasi ini didirikan oleh KH Ahmad Dahlan dan murid-muridnya di sebuah Langgar Kidul, Kauman Yogyakarta.
Muhammadiyah merupakan organisasi yang punya banyak pengikut di Indonesia. Dalam perkembangannya, organisasi ini sudah bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga merambah ke Filantropi.
Pada mulanya berdirinya organisasi ini hanya berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan melalui Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO). Pesatnya organisasi Muhammadiyah karena memiliki struktur dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga ranting. Bahkan organisasi ini sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah Papua dan NTT.
Beberapa tokoh penting dalam sejarah organisasi Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan (pendiri), KH Ibrahim, KH Hisyam, KH Mas Mansur, Ki Bagoes Hadikoesoemo. Tokoh-tokoh Muhammadiyah itu merupakan pemimpin organisasi sebelum kemerdekaan Indonesia.
2. Persatuan Islam (Persis)
Organisasi Islam tertua berikutnya ialah Persatuan Islam (Persis). Organisasi Islam ini lahir di Bandung pada tanggal 12 September 1923 didirikan oleh Haji Zamzam, Haji Muhammad Yunus dan A Hassan.
Dalam perkembangannya, Persis berusaha mengembalikan kaum muslimin kepada ketekunan terhadap ajaran Al-Qur'an dan Hadist; menghidupkan jihad dan dakwah kepada segenap masyarakat; mendirikan pesantren dan sekolah untuk mendidik kader Islam.
Di antaranya faktor pendidikan dan sosial kemasyarakatan, keprihatinan terhadap kondisi umat, keinginan melawan kolonialisme, untuk kepentingan dakwah Islam, amar makruf dan lainnya.
Sebagian besar organisasi Islam di Indonesia lahir setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Namun, ada tiga organisasi Islam terbesar yang lahir sebelum kemerdekaan.
Ketiganya merupakan organisasi Islam tertua yang hingga kini tetap eksis dan memiliki banyak pengikut:
1. Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam tertua yang lahir di Yogyakarta pada 18 November 1912. Organisasi ini didirikan oleh KH Ahmad Dahlan dan murid-muridnya di sebuah Langgar Kidul, Kauman Yogyakarta.
Muhammadiyah merupakan organisasi yang punya banyak pengikut di Indonesia. Dalam perkembangannya, organisasi ini sudah bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga merambah ke Filantropi.
Pada mulanya berdirinya organisasi ini hanya berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan melalui Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO). Pesatnya organisasi Muhammadiyah karena memiliki struktur dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga ranting. Bahkan organisasi ini sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah Papua dan NTT.
Beberapa tokoh penting dalam sejarah organisasi Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan (pendiri), KH Ibrahim, KH Hisyam, KH Mas Mansur, Ki Bagoes Hadikoesoemo. Tokoh-tokoh Muhammadiyah itu merupakan pemimpin organisasi sebelum kemerdekaan Indonesia.
2. Persatuan Islam (Persis)
Organisasi Islam tertua berikutnya ialah Persatuan Islam (Persis). Organisasi Islam ini lahir di Bandung pada tanggal 12 September 1923 didirikan oleh Haji Zamzam, Haji Muhammad Yunus dan A Hassan.
Dalam perkembangannya, Persis berusaha mengembalikan kaum muslimin kepada ketekunan terhadap ajaran Al-Qur'an dan Hadist; menghidupkan jihad dan dakwah kepada segenap masyarakat; mendirikan pesantren dan sekolah untuk mendidik kader Islam.
Lihat Juga :