Ketika Surat Al-Maun Menjadi Pangkal Gerakan Kemanusiaan yang Besar dan Mendalam
Kamis, 16 Februari 2023 - 17:27 WIB
loading...
Betapa surat pendek itu dapat menjadi pangkal gerakan kemanusiaan yang besar dan mendalam seperti Muhammadiyah dengan amal-amal sosialnya. Foto/Ilustrasi: Dok. SINDOnews
A
A
A
Cendekiawan Muslim, Prof Dr Nurcholish Madjid, MA (1939 – 2005) atau populer dipanggil Cak Nur mengingatkan ketika Kiai Ahmad Dahlan mulai menapak jalan menuju cita-cita reformasi Islam di Indonesia, beliau memperkenalkan dan mempropagandakan sebuah surat pendek al-Qur'an dari Juz 'Amma, yaitu surat al-Ma'un (QS 107).
"Surat itu sendiri sudah merupakan bagian dari hafalan baku para santri, khususnya para imam sholat, dan termasuk yang sering dibaca dalam sholat itu," ujar Cak Nur, dalam buku berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" saat membahas masalah simbol dan simbolisme dalam ekspresi keagamaan.
Tetapi, lanjut Cak Nur, sampai dengan tampilnya Kiai Dahlan dengan Muhammadiyahnya, kaum muslim Indonesia seperti tidak pernah tersentuh oleh makna dan semangat firman Allah itu, dan tidak pula menyadari betapa surat pendek itu dapat menjadi pangkal gerakan kemanusiaan yang besar dan mendalam seperti Muhammadiyah dengan amal-amal sosialnya.
Baca juga: Ada yang Menabukan Ijtihad, Begini Pendapat Cak Nur
Seperti kita ketahui, surat al-Ma'un itu terjemahnya, kurang lebih adalah:
Pernahkah engkau lihat (hai Muhammad), orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak berjuang untuk memberi makan orang miskin. Maka celakalah untuk orang-orang yang sholat, yaitu mereka yang akan sholat tetapi lalai, yaitu mereka yang suka pamrih kepada sesama, dan yang enggan memberi pertolongan. (QS al Ma'un/107:1-7)
Menganjurkan dengan Kuat
Menurut Cak Nur, perkataan 'yahudldlu' yang diterjemahkan dengan 'berjuang' di sini mempunyai asal arti "menganjurkan dengan kuat'.
A Hassan dalam "Al-Furqan" menerjemahkan perkataan itu dengan 'menggemarkan', Departemen Agama menerjemahkan dengan 'menganjurkan' sedangkan Mahmud Yunus dalam tafsir Qur'an Karim menggunakan perkataan 'menyuruh'.
Sedangkan Muhammad Asad, dalam "The Message of the Qur'an", menerjemahkannya dalam bahasa Inggris dengan 'feels no urge' (tidak merasakan adanya dorongan), karena baginya perkataan 'yahudldlu' mempunyai makna "mendorong diri sendiri" (sebelum mendorong orang lain).
"Surat itu sendiri sudah merupakan bagian dari hafalan baku para santri, khususnya para imam sholat, dan termasuk yang sering dibaca dalam sholat itu," ujar Cak Nur, dalam buku berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" saat membahas masalah simbol dan simbolisme dalam ekspresi keagamaan.
Tetapi, lanjut Cak Nur, sampai dengan tampilnya Kiai Dahlan dengan Muhammadiyahnya, kaum muslim Indonesia seperti tidak pernah tersentuh oleh makna dan semangat firman Allah itu, dan tidak pula menyadari betapa surat pendek itu dapat menjadi pangkal gerakan kemanusiaan yang besar dan mendalam seperti Muhammadiyah dengan amal-amal sosialnya.
Baca juga: Ada yang Menabukan Ijtihad, Begini Pendapat Cak Nur
Seperti kita ketahui, surat al-Ma'un itu terjemahnya, kurang lebih adalah:
Pernahkah engkau lihat (hai Muhammad), orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak berjuang untuk memberi makan orang miskin. Maka celakalah untuk orang-orang yang sholat, yaitu mereka yang akan sholat tetapi lalai, yaitu mereka yang suka pamrih kepada sesama, dan yang enggan memberi pertolongan. (QS al Ma'un/107:1-7)
Menganjurkan dengan Kuat
Menurut Cak Nur, perkataan 'yahudldlu' yang diterjemahkan dengan 'berjuang' di sini mempunyai asal arti "menganjurkan dengan kuat'.
A Hassan dalam "Al-Furqan" menerjemahkan perkataan itu dengan 'menggemarkan', Departemen Agama menerjemahkan dengan 'menganjurkan' sedangkan Mahmud Yunus dalam tafsir Qur'an Karim menggunakan perkataan 'menyuruh'.
Sedangkan Muhammad Asad, dalam "The Message of the Qur'an", menerjemahkannya dalam bahasa Inggris dengan 'feels no urge' (tidak merasakan adanya dorongan), karena baginya perkataan 'yahudldlu' mempunyai makna "mendorong diri sendiri" (sebelum mendorong orang lain).
Lihat Juga :