Hukum Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadan? Begini Penjelasannya
Jum'at, 10 Maret 2023 - 09:54 WIB
loading...
Melakukan mandi besar tergantung niat yang ingin dilakukan, bila melakukannya karena setelah junub itu wajib dilakukan, tetapi bila mau melaksanakan puasa Ramadan, hal itu tidak ada dalam rukun puasanya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ada kebiasaan di masyarakat kita jika menjelang atau memasuki bulan Ramadan , selalu melakukan ritual 'mandi besar' atau istilahnya mandi keramas. Mandi ini dilakukan seperti mandi besar yang kita lakukan selepas haid atau selepas junub, dan dimaksudkan untuk membersihkan dan menyucikan diri sebelum memasuki dan beribadah di bulan Ramadan itu. Nah, bagaimana hukum mandi besar sebelum memasuki Ramadan ini dalam pandangan Islam? Benarkah demikian?
Pada hakikatnya, kegiatan atau tradisi mandi besar tersebut akan bergantung pada niatnya. Dalam rukun puasa sendiri tidak ada aturan secara khusus untuk mandi besar menjelang bulan Ramadan. Jadi, untuk memasuki bulan Ramadan tidak ada syarat untuk mandi besar.
Baca juga: 7 Sebab Disunnahkan Melakukan Mandi Besar
Seperti yang dijelaskan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha dan Ummu Salamah,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya. Beliau pun mandi sebelum salat subuh, kemudian puasa di hari itu.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Husain Salim Asad Ad-Darani).
Bagaimana dengan kebiasaan yang telah berlaku di masyarakat tentang mandi besar sebelum Ramadan? Dilansir dari tayangan Youtube Kajian Islam, Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan hal serupa tentang persiapan menyambut bulan Ramadhan.
"Saya akan sampaikan amalan menyambut Ramadan. Yang pertama yakni amalan yang kita persiapkan menyambut Ramadan adalah memperbaiki hubungan kepada Allah dengan taubatan nasuha. Yang selama ini mencuri berhenti, yang selama ini mencuri laki orang berhenti, yang selama ini melirik bini orang berhenti," kata Ustadz Abdul Somad.
Kemudian taubat. Taubat yang dilakukan yakni dengan cara mandi taubat. "Gimana cara mandi taubat? Sama dengan mandi wajib, basah semuanya basah dari ujung rambut sampai ujung kaki," jelasnya.
Kemudian setelah mandi, umat Muslim juga sebaiknya melaksanakan salat dua rakaat. "Ushalli sunnatan taubat rokataini lillahi taala, kemudian dia istighfar minta ampun pada Allah, maka Allah mengampuni dosa-dosanya, dan perbanyak istighfar," tutur Ustadz Abdul Somad.
Bolehkah Keramas Saat Berpuasa?
Pada hakikatnya, kegiatan atau tradisi mandi besar tersebut akan bergantung pada niatnya. Dalam rukun puasa sendiri tidak ada aturan secara khusus untuk mandi besar menjelang bulan Ramadan. Jadi, untuk memasuki bulan Ramadan tidak ada syarat untuk mandi besar.
Baca juga: 7 Sebab Disunnahkan Melakukan Mandi Besar
Seperti yang dijelaskan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha dan Ummu Salamah,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya. Beliau pun mandi sebelum salat subuh, kemudian puasa di hari itu.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Husain Salim Asad Ad-Darani).
Bagaimana dengan kebiasaan yang telah berlaku di masyarakat tentang mandi besar sebelum Ramadan? Dilansir dari tayangan Youtube Kajian Islam, Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan hal serupa tentang persiapan menyambut bulan Ramadhan.
"Saya akan sampaikan amalan menyambut Ramadan. Yang pertama yakni amalan yang kita persiapkan menyambut Ramadan adalah memperbaiki hubungan kepada Allah dengan taubatan nasuha. Yang selama ini mencuri berhenti, yang selama ini mencuri laki orang berhenti, yang selama ini melirik bini orang berhenti," kata Ustadz Abdul Somad.
Kemudian taubat. Taubat yang dilakukan yakni dengan cara mandi taubat. "Gimana cara mandi taubat? Sama dengan mandi wajib, basah semuanya basah dari ujung rambut sampai ujung kaki," jelasnya.
Kemudian setelah mandi, umat Muslim juga sebaiknya melaksanakan salat dua rakaat. "Ushalli sunnatan taubat rokataini lillahi taala, kemudian dia istighfar minta ampun pada Allah, maka Allah mengampuni dosa-dosanya, dan perbanyak istighfar," tutur Ustadz Abdul Somad.
Bolehkah Keramas Saat Berpuasa?
Lihat Juga :