10 Ragam Tradisi Menyambut Kedatangan Ramadan di Indonesia
Rabu, 15 Maret 2023 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Ketujuh, tradisi nyadran. Tradisi nyadran ini biasa dilakukan masyarakat Solo. Makna Tradisi Nyadran Sebelum Puasa, merupakan tradisi masyarakat Solo ( juga dilakukan di daerah lain seperti: Boyolali) untuk menyambut Ramadhan.
Menurut Bakdi Soemanto dalam buku Belajar Bela Rasa (2011: 163). Makna nyadran adalah keluarga besar mengunjungi 3 makam-makam tempat para leluhur dikebumikan. Mereka, para anggota keluarga besar itu, berjongkok atau duduk bersila di depan makam setiap leluhur untuk mendoakan agar yang sudah wafat diampuni oleh Sang Maha Pencipta.
Kedelapan, tradisi Pisowanan. Tradisi yang biasa dilakukan oleh warga Banyumas, Jawa Tengah ini diartikan dengan ungkapan menghadap sesepuh. Ritual dari tradisi Pisowanan ini adalah berziarah ke makam tokoh besar/agama di Banyumas. Selain itu, sejumlah makanan juga disediakan yang kemudian dibagi-bagikan kepada peserta ziarah. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi warga Banyumas di saat menjelang Ramadhan.
Kesembilan, ziarah ke makam keluarga. Berziarah ke makam keluarga ataupun orang-orang terdekat adalah kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat tanah air mendekati bulan Ramadhan. Kebiasaan ini pun telah menjadi tradisi yang telah ada sejak era Wali Songo dan dilakukan oleh berbagai kalangan di setiap daerah di tanah air.
Kesepuluh, munggahan. Munggahan menjadi salah satu kebiasaan unik yang dilakukan oleh masyarakat tanah air sebagai bentuk kebahagiaan karena dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh berkah. Berkumpul bersama keluarga besar, sahabat atau membersihkan rumah serta mempersiapkan menu spesial untuk sahur di hari pertama puasa. Selain unik kebiasaan seperti ini tentunya bisa mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: Tradisi Nyadran di Bulan Syaban, Sudah Ada di Era Majapahit
Menurut Bakdi Soemanto dalam buku Belajar Bela Rasa (2011: 163). Makna nyadran adalah keluarga besar mengunjungi 3 makam-makam tempat para leluhur dikebumikan. Mereka, para anggota keluarga besar itu, berjongkok atau duduk bersila di depan makam setiap leluhur untuk mendoakan agar yang sudah wafat diampuni oleh Sang Maha Pencipta.
Kedelapan, tradisi Pisowanan. Tradisi yang biasa dilakukan oleh warga Banyumas, Jawa Tengah ini diartikan dengan ungkapan menghadap sesepuh. Ritual dari tradisi Pisowanan ini adalah berziarah ke makam tokoh besar/agama di Banyumas. Selain itu, sejumlah makanan juga disediakan yang kemudian dibagi-bagikan kepada peserta ziarah. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi warga Banyumas di saat menjelang Ramadhan.
Kesembilan, ziarah ke makam keluarga. Berziarah ke makam keluarga ataupun orang-orang terdekat adalah kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat tanah air mendekati bulan Ramadhan. Kebiasaan ini pun telah menjadi tradisi yang telah ada sejak era Wali Songo dan dilakukan oleh berbagai kalangan di setiap daerah di tanah air.
Kesepuluh, munggahan. Munggahan menjadi salah satu kebiasaan unik yang dilakukan oleh masyarakat tanah air sebagai bentuk kebahagiaan karena dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh berkah. Berkumpul bersama keluarga besar, sahabat atau membersihkan rumah serta mempersiapkan menu spesial untuk sahur di hari pertama puasa. Selain unik kebiasaan seperti ini tentunya bisa mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: Tradisi Nyadran di Bulan Syaban, Sudah Ada di Era Majapahit
(mhy)
Lihat Juga :