24 Artefak Peninggalan Rasulullah Ditampilkan di Masjid At-Tin
Minggu, 26 Maret 2023 - 23:33 WIB
loading...
Sebanyak 24 artefak eninggalan Nabi Muhammad dipamerkan di Masjid At Tin, TMII, Jakarta Timur hingga 14 April 2023. Foto: MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Koleksi artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dapat disaksikan secara langsung di Masjid Jami At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Artefak-artefak tersebut dipamerkan melalui kerjasama Masjid At-Tin dengan Yayasan Istana Al Quran hingga 14 April 2023 mendatang.
Ferdi (44), salah satu muthowwif atau petugas penjaga artefak peninggalan Rasulullah mengutarakan bahwa koleksi yang ditampilkan bersertifikasi resmi.
"Artefak koleksi peninggalan Rasulullah Muhammad SAW ini sebagian besar sudah tersertifikasi. Sertifikasi ini membuktikan melalui pengujian sanad, berdasarkan ahli waris secara turun temurun bersambung ke pemilik aslinya. Kemudian sudah diuji berdasarkan riset laboratorium di Inggris dan Australia," ujar Ferdi kepada MPI di lokasi, Minggu (26/3/2023).
Baca juga: Ini Dia 35 Artefak Peninggalan Nabi Muhammad dan Para Sahabat
Ferdi menuturkan, artefak yang dipamerkan ini merupakan benda asli yang benar-benar pernah digunakan Rasulullah SAW. Sementara yang tidak, lanjut Ferdi, ditampilkan berupa replika yang diciptakan persis seperti aslinya.
Seluruh artefak ini dikumpulkan dari sejumlah negara di Timur Tengah. Ada koleksi dari Mekkah, Madinah, Yordania, Yaman, Suriah, hingga India.
"Prinsipnya, koleksi artifak ini sebenarnya tersebar di seluruh penjuru dunia. Banyak kolektor yang mengumpulkan untuk koleksi pribadi dan ada juga yang dipublikasikan," jelas Ferdi.
Lokasi yang paling banyak mengumpulkan artefak peninggalan nabi terakhir umat Islam adalah Museum Topkapi, Turki. "Seperti rambut peninggalan Rasulullah saja, yang ada disini harus terdaftar secara resmi di Museum Topkapi. Itu pun salah satunya di dunia ini, karena ada 77 pemegang sertifikasi keaslian rambut tersebut," jelas Ferdi.
Sementara yang kini dipamerkan di Masjid At-Tin adalah sebagian koleksi Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah (GWMAR) Malaysia. GWMAR dimiliki secara pribadi oleh Profesor Abdul Manan bin Embong dengan total 46 koleksi.
"Jadi koleksi disini milik pribadi beliau (Professor Abdul Manan bin Embong). Beliau warga asli Malaysia, negara bagian Trengganu," tutur Ferdi.
Ferdi (44), salah satu muthowwif atau petugas penjaga artefak peninggalan Rasulullah mengutarakan bahwa koleksi yang ditampilkan bersertifikasi resmi.
"Artefak koleksi peninggalan Rasulullah Muhammad SAW ini sebagian besar sudah tersertifikasi. Sertifikasi ini membuktikan melalui pengujian sanad, berdasarkan ahli waris secara turun temurun bersambung ke pemilik aslinya. Kemudian sudah diuji berdasarkan riset laboratorium di Inggris dan Australia," ujar Ferdi kepada MPI di lokasi, Minggu (26/3/2023).
Baca juga: Ini Dia 35 Artefak Peninggalan Nabi Muhammad dan Para Sahabat
Ferdi menuturkan, artefak yang dipamerkan ini merupakan benda asli yang benar-benar pernah digunakan Rasulullah SAW. Sementara yang tidak, lanjut Ferdi, ditampilkan berupa replika yang diciptakan persis seperti aslinya.
Seluruh artefak ini dikumpulkan dari sejumlah negara di Timur Tengah. Ada koleksi dari Mekkah, Madinah, Yordania, Yaman, Suriah, hingga India.
"Prinsipnya, koleksi artifak ini sebenarnya tersebar di seluruh penjuru dunia. Banyak kolektor yang mengumpulkan untuk koleksi pribadi dan ada juga yang dipublikasikan," jelas Ferdi.
Lokasi yang paling banyak mengumpulkan artefak peninggalan nabi terakhir umat Islam adalah Museum Topkapi, Turki. "Seperti rambut peninggalan Rasulullah saja, yang ada disini harus terdaftar secara resmi di Museum Topkapi. Itu pun salah satunya di dunia ini, karena ada 77 pemegang sertifikasi keaslian rambut tersebut," jelas Ferdi.
Sementara yang kini dipamerkan di Masjid At-Tin adalah sebagian koleksi Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah (GWMAR) Malaysia. GWMAR dimiliki secara pribadi oleh Profesor Abdul Manan bin Embong dengan total 46 koleksi.
"Jadi koleksi disini milik pribadi beliau (Professor Abdul Manan bin Embong). Beliau warga asli Malaysia, negara bagian Trengganu," tutur Ferdi.
Lihat Juga :