Indahnya Berbagi, Ini Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan
Jum'at, 31 Maret 2023 - 03:00 WIB
loading...
Waktunya berbagi karena bersedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa dibanding bulan lainnya. Foto ilustrasi/Sonny Unggara SINDOnews
A
A
A
Bersedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa. Inilah kesempatan terbaik menuai banyak pahala dan ampunan Allah yang Maha luas.
Hanya memberi hidangan berbuka kepada orang yang berpuasa kita mendapat ganjaran pahala puasa orang tersebut. Belum lagi pahala sedekah dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat.
Selain itu sedekah dapat menggugurkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Juga menjadi amalan memudahkan seseorang masuk surga. Kemudian menjadi penyebab seseorang dijauhkan dari bencana musibah dan disembuhkan dari sakit.
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan
Keutamaan sedekah di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan sebagaimana riwayat berikut:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhi, sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?' Rasulullah SAW menjawab: "Sedekah di bulan Ramadan." (HR At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan murah hati. Beliau semakin murah hati di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة
Artinya: "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur'an. Dan kedermawanan Rasulullah melebihi angin berembus." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat ruangan yang dalamnya bisa dilihat dari luarnya dan luarnya bisa dilihat dari dalamnya." Lalu para sahabat bertanya: "Untuk siapa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bagi siapa yang baik tutur katanya, memberi makan, kontinyu melaksanakan shiyam (puasa), dan shalat malam di saat manusia tertidur." (HR At-Tirmidzi)
Hanya memberi hidangan berbuka kepada orang yang berpuasa kita mendapat ganjaran pahala puasa orang tersebut. Belum lagi pahala sedekah dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat.
Selain itu sedekah dapat menggugurkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Juga menjadi amalan memudahkan seseorang masuk surga. Kemudian menjadi penyebab seseorang dijauhkan dari bencana musibah dan disembuhkan dari sakit.
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan
Keutamaan sedekah di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan sebagaimana riwayat berikut:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhi, sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?' Rasulullah SAW menjawab: "Sedekah di bulan Ramadan." (HR At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan murah hati. Beliau semakin murah hati di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة
Artinya: "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur'an. Dan kedermawanan Rasulullah melebihi angin berembus." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat ruangan yang dalamnya bisa dilihat dari luarnya dan luarnya bisa dilihat dari dalamnya." Lalu para sahabat bertanya: "Untuk siapa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bagi siapa yang baik tutur katanya, memberi makan, kontinyu melaksanakan shiyam (puasa), dan shalat malam di saat manusia tertidur." (HR At-Tirmidzi)
Lihat Juga :