Khutbah Jumat Ramadan, Jauhi 5 Perkara yang Merusak Puasa
Jum'at, 31 Maret 2023 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Menjauhi 5 Perkara
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, hendaknya setiap muslim menjauhkan diri dari perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
خمس يفطرن الصائم : الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بالشهوة
Artinya: "Ada 5 (lima) hal yang bisa membatalkan pahala orang yang berpuasa berbohong, bergosip, mengadu domba (provokasi), sumpah palsu, dan memandang dengan pandangan syahwat atau nafsu."
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Namun menahan hati dari sifat-sifat buruk dan anggota badan dari perbuatan maksiat dan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya: "Berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apapun dari puasa kecuali hanya lapar dan dahaga."
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab mendapatkan ampunan dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah subhanahu wa ta'ala telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.
Firman Allah dalam Hadits yang disampaikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang artinya: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih)
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadis Muttafaq 'Alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini yaitu :
1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah ta'ala.
Ramadan Bulan Turunya Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil).
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, hendaknya setiap muslim menjauhkan diri dari perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
خمس يفطرن الصائم : الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بالشهوة
Artinya: "Ada 5 (lima) hal yang bisa membatalkan pahala orang yang berpuasa berbohong, bergosip, mengadu domba (provokasi), sumpah palsu, dan memandang dengan pandangan syahwat atau nafsu."
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Namun menahan hati dari sifat-sifat buruk dan anggota badan dari perbuatan maksiat dan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Artinya: "Berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apapun dari puasa kecuali hanya lapar dan dahaga."
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab mendapatkan ampunan dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah subhanahu wa ta'ala telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.
Firman Allah dalam Hadits yang disampaikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang artinya: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih)
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadis Muttafaq 'Alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini yaitu :
1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah ta'ala.
Ramadan Bulan Turunya Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil).
Lihat Juga :