Ramadhan di Amerika, Suara Azan dan Mempercantik Rumah
Rabu, 29 April 2020 - 04:06 WIB
loading...
A
A
A
Selain mengatur kembali ruang untuk salat, keluarga dipaksa untuk memeriksa peran dan kewajiban mereka di rumah.
“Ramadhan ini kali memang berbeda. Kita tidak akan bersama di masjid," kata Shaza Khan. “Keluarga kami duduk bersama berusaha mencari tahu bagaimana kami akan melakukan tarawih di rumah. Kami memutuskan bahwa kedua putra kami akan menjadi imam tarawih. Ini akan menjadi Ramadhan yang berbeda. Dan saya pikir itu tidak semuanya buruk,” lanjutnya.
Ramadhan mengilhami kita untuk berpikir di luar amal ibadah kita untuk menciptakan kenangan yang bermakna yang akan bertahan seumur hidup.
Bagi orangtua dari anak-anak, kegiatan Ramadhan sangat penting untuk membantu memfasilitasi pemahaman dasar dan pemahaman konsep kerohanian selama Ramadhan.
Muslim Amerika membagikan kisah inspirasional, gambar, dan kisah kegiatan mereka selama beberapa hari di bulan yang diberkahi ini.
“Saya menciptakan ruang untuk kegiatan anak-anak saya selama bulan Ramadhan. Kami telah menciptakan kerajinan tangan dan kami akan mendata amalan ibadah kami di rumah tangga menggunakan toples berwarna,” kata Kamilah Naim kepada AboutIslam.net.
“Saya memutuskan untuk mendengarkan podcast yang bermakna dan melukiskan apa yang ada di hati saya, yaitu Allah SWT,” tambah Verinque Cooper.
Salah satu perbedaan paling signifikan dengan Ramadhan ini adalah kebutuhan bagi Muslim Amerika untuk mengatur kembali ruang-ruang yang sudah ada di rumah mereka sendiri.
Biasanya, Muslim Amerika memiliki budaya datang ke masjid untuk salat berjamaah dan buka puasa selama bulan Ramadhan.
Kini, mereka memeriksa kembali peran keluarga dan menciptakan lingkungan yang mencerminkan masjid di rumah mereka sendiri.
Ramadhan ini adalah sejarah yang penting bagi kita untuk memahami pentingnya menciptakan Ramadhan untuk diingat oleh anak-anak kita. Ramadhan di rumah akan berbeda tetapi istimewa bagi banyak keluarga kita di seluruh dunia. (Baca juga: Puasa di Tanah Suci Saat Pandemi, Irfan: Doakan Kami Bisa Pulang )
“Ramadhan ini kali memang berbeda. Kita tidak akan bersama di masjid," kata Shaza Khan. “Keluarga kami duduk bersama berusaha mencari tahu bagaimana kami akan melakukan tarawih di rumah. Kami memutuskan bahwa kedua putra kami akan menjadi imam tarawih. Ini akan menjadi Ramadhan yang berbeda. Dan saya pikir itu tidak semuanya buruk,” lanjutnya.
Ramadhan mengilhami kita untuk berpikir di luar amal ibadah kita untuk menciptakan kenangan yang bermakna yang akan bertahan seumur hidup.
Bagi orangtua dari anak-anak, kegiatan Ramadhan sangat penting untuk membantu memfasilitasi pemahaman dasar dan pemahaman konsep kerohanian selama Ramadhan.
Muslim Amerika membagikan kisah inspirasional, gambar, dan kisah kegiatan mereka selama beberapa hari di bulan yang diberkahi ini.
“Saya menciptakan ruang untuk kegiatan anak-anak saya selama bulan Ramadhan. Kami telah menciptakan kerajinan tangan dan kami akan mendata amalan ibadah kami di rumah tangga menggunakan toples berwarna,” kata Kamilah Naim kepada AboutIslam.net.
“Saya memutuskan untuk mendengarkan podcast yang bermakna dan melukiskan apa yang ada di hati saya, yaitu Allah SWT,” tambah Verinque Cooper.
Salah satu perbedaan paling signifikan dengan Ramadhan ini adalah kebutuhan bagi Muslim Amerika untuk mengatur kembali ruang-ruang yang sudah ada di rumah mereka sendiri.
Biasanya, Muslim Amerika memiliki budaya datang ke masjid untuk salat berjamaah dan buka puasa selama bulan Ramadhan.
Kini, mereka memeriksa kembali peran keluarga dan menciptakan lingkungan yang mencerminkan masjid di rumah mereka sendiri.
Ramadhan ini adalah sejarah yang penting bagi kita untuk memahami pentingnya menciptakan Ramadhan untuk diingat oleh anak-anak kita. Ramadhan di rumah akan berbeda tetapi istimewa bagi banyak keluarga kita di seluruh dunia. (Baca juga: Puasa di Tanah Suci Saat Pandemi, Irfan: Doakan Kami Bisa Pulang )
(mhy)
Lihat Juga :