Mahmud Syaltut: Al-Qur'an Bukan Kitab untuk Menerangkan Teori Ilmiah
Selasa, 04 April 2023 - 04:00 WIB
loading...
Syaikh Mahmud Syaltut. Foto/Ilustrasi: Ist/mhy
A
A
A
Ada sekian kebenaran ilmiah yang dipaparkan oleh Al-Qur'an , tetapi tujuan pemaparan ayat-ayat tersebut adalah untuk menunjukkan kebesaran Tuhan dan ke-Esa-an-Nya, serta mendorong manusia seluruhnya untuk mengadakan observasi dan penelitian demi lebih menguatkan iman dan kepercayaan kepada-Nya.
Mahmud Syaltut (1893 – 1963) dalam "Tafsir Al-Qur'an Al-Karim" mengatakan: "Sesungguhnya Tuhan tidak menurunkan Al-Quran untuk menjadi satu kitab yang menerangkan kepada manusia mengenai teori-teori ilmiah, problem-problem seni serta aneka warna pengetahuan."
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Di dalam asbab al-nuzul diterangkan bahwa pada suatu hari datang seseorang kepada Rasul dan bertanya: "Mengapakah bulan kelihatan kecil bagaikan benang, kemudian membesar sampai menjadi sempurna purnama?"
Lalu, Rasulullah SAW , mengembalikan, jawaban pertanyaan tersebut kepada Allah SWT yang berfirman: Mereka bertanya kepadamu perihal bulan. Katakanlah bulan itu untuk menentukan waktu bagi manusia dan mengerjakan haji ( QS 2 :189).
Jawaban Al-Quran bukan jawaban ilmiah, tetapi jawabannya sesuai dengan tujuan-tujuan pokoknya.
Ada juga yang bertanya mengenai "roh", lalu Al-Quran menjawab: Mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: "Roh adalah urusan Tuhanku, kamu sekalian hanya diberi sedikit ilmu pengetahuan." ( QS 17 :85).
Al-Quran tidak menerangkan hakikat roh, karena tujuan pokok Al-Quran bukan menerangkan persoalan-persoalan ilmiah, tetapi tujuannya adalah memberikan petunjuk kepada manusia demi kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat kelak.
Baca juga: Ayat-Ayat Kauniyah dalam Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Syaikh Mahmud Syaltut setelah membawakan kedua ayat tersebut, lalu menulis. "Tidakkah terdapat dalam hal ini (kedua ayat tersebut) bukti nyata yang menerangkan bahwa Al-Quran bukan satu kitab yang dikehendaki Allah untuk menerangkan haqaiq al-kawn (kebenaran-kebenaran ilmiah dalam alam semesta), tetapi ia adalah kitab petunjuk, ishlah dan tasyri'."
Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan AL-Quran" menjelaskan dari sini jelas pula bahwa yang dimaksud oleh ayat ma farrathna fi al-kitab min syay' ( QS 6 :38) dan ayat: wa nazzalna 'alayka al-kitab tibyanan likulli syay' QS 16:89) adalah bahwa Al-Quran tidak meninggalkan sedikit pun dan atau lengah dalam memberikan keterangan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan-tujuan pokok Al-Quran, yaitu masalah-masalah akidah, syari'ah dan akhlak, bukan sebagai apa yang dimengerti oleh sebagian ulama bahwa ia mencakup segala macam ilmu pengetahuan.
Baca juga: Ayat-Ayat Al-Quran Terkesan Acak, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Mahmud Syaltut (1893 – 1963) dalam "Tafsir Al-Qur'an Al-Karim" mengatakan: "Sesungguhnya Tuhan tidak menurunkan Al-Quran untuk menjadi satu kitab yang menerangkan kepada manusia mengenai teori-teori ilmiah, problem-problem seni serta aneka warna pengetahuan."
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Di dalam asbab al-nuzul diterangkan bahwa pada suatu hari datang seseorang kepada Rasul dan bertanya: "Mengapakah bulan kelihatan kecil bagaikan benang, kemudian membesar sampai menjadi sempurna purnama?"
Lalu, Rasulullah SAW , mengembalikan, jawaban pertanyaan tersebut kepada Allah SWT yang berfirman: Mereka bertanya kepadamu perihal bulan. Katakanlah bulan itu untuk menentukan waktu bagi manusia dan mengerjakan haji ( QS 2 :189).
Jawaban Al-Quran bukan jawaban ilmiah, tetapi jawabannya sesuai dengan tujuan-tujuan pokoknya.
Ada juga yang bertanya mengenai "roh", lalu Al-Quran menjawab: Mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: "Roh adalah urusan Tuhanku, kamu sekalian hanya diberi sedikit ilmu pengetahuan." ( QS 17 :85).
Al-Quran tidak menerangkan hakikat roh, karena tujuan pokok Al-Quran bukan menerangkan persoalan-persoalan ilmiah, tetapi tujuannya adalah memberikan petunjuk kepada manusia demi kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat kelak.
Baca juga: Ayat-Ayat Kauniyah dalam Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Syaikh Mahmud Syaltut setelah membawakan kedua ayat tersebut, lalu menulis. "Tidakkah terdapat dalam hal ini (kedua ayat tersebut) bukti nyata yang menerangkan bahwa Al-Quran bukan satu kitab yang dikehendaki Allah untuk menerangkan haqaiq al-kawn (kebenaran-kebenaran ilmiah dalam alam semesta), tetapi ia adalah kitab petunjuk, ishlah dan tasyri'."
Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan AL-Quran" menjelaskan dari sini jelas pula bahwa yang dimaksud oleh ayat ma farrathna fi al-kitab min syay' ( QS 6 :38) dan ayat: wa nazzalna 'alayka al-kitab tibyanan likulli syay' QS 16:89) adalah bahwa Al-Quran tidak meninggalkan sedikit pun dan atau lengah dalam memberikan keterangan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan-tujuan pokok Al-Quran, yaitu masalah-masalah akidah, syari'ah dan akhlak, bukan sebagai apa yang dimengerti oleh sebagian ulama bahwa ia mencakup segala macam ilmu pengetahuan.
Baca juga: Ayat-Ayat Al-Quran Terkesan Acak, Begini Penjelasan Quraish Shihab
(mhy)
Lihat Juga :