Panduan I’tikaf untuk Meraih Lailatulqadar

Senin, 10 April 2023 - 16:30 WIB
loading...
Panduan I’tikaf untuk...
Carilah Lailatulqadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan sunnah yang dianjurkan, dengan maksud untuk memperoleh kebaikan dan mencari Lailatulqadar .

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِلَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍتَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.[QS Al-Qadr/97 : 1-5]

Baca juga: Tanda Kehadiran Lailatulqadar: Apa Malam Kemuliaan Itu?

Diriwayatkan dari Aisyah ra , ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, dan beliau bersabda:

تَحَرُّوْا لَيْلةَ الْقَدَرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

“Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”[Shahih: [Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 987)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/259, no. 2020), Sunan at-Tirmidzi (II/144, no. 789)]

Juga diriwayatkan dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرُّوا لَيْلةَ الْقَدَرِ فيِ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

“Carilah Lailatulqadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/259, no. 2017), Shahiih Muslim (II/628, no. 1169)].

Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Malam Lailatulqadar? Begini Menurut Gus Baha

Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Lailatulqadar. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra , dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa yang salat malam Lailatulqadar kerena iman dan mengharap ganjaran-Nya, maka akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu.”[Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/255, no. 2014), Shahiih Muslim (I/523, no. 760), Sunan Abu Dawud (IV/146, no. 1359), Sunan an-Nasa-i (IV/157)].

I’tikaf hanya boleh dilakukan di masjid, berdasarkan firman Allah:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

… (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid…” [ QS Al-Baqarah/2 : 187]

Juga karena Rasulullah SAW selalu beri’tikaf di dalamnya.

Baca juga: Mengapa Ada Sebutan Malam Lailatulqadar, Ini 3 Alasannya

Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi dalam kitab "Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz" yang diterjemahkan Team Tashfiyah LIPIA menjadi "Panduan Fiqih Lengkap" (Ibnu Katsir, Ramadhan 1428 – September 2007M) mengatakan disunnahkan bagi orang yang i’tikaf untuk menyibukkan diri dengan segala bentuk ketaatan kepada Allah, seperti salat, membaca al-Quran, mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, beristighfar, membaca salawat atas Rasulullah, berdo’a, menuntut ilmu dan yang lainnya.

Di sisi lain dimakruhkan bagi mereka untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, baik itu berupa perbuatan atau perkataan. Begitu juga dengan menahan diri untuk tidak berbicara karena menganggap hal tersebut sebagai salah bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Dibolehkan bagi orang yang beri’tikaf untuk keluar dari tempatnya karena ada kebutuhan yang mendesak, begitu juga dibolehkan bagi mereka untuk menyisir dan mencukur rambut, memotong kuku serta membersihkan badan. I’tikaf seseorang akan batal jika ia keluar dari tempat i’tikafnya tanpa ada kebutuhan yang mendesak dan juga jika ia melakukan hubungan badan.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Rekomendasi
Ilmuwan Deteksi Pemicu...
Ilmuwan Deteksi Pemicu Gempa Bumi Berkekuatan 9 Magnitudo
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
7 Hewan yang Memanfaatkan...
7 Hewan yang Memanfaatkan Magnet Bumi untuk Navigasi
Artikel Terkini
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved