Mencontoh Rasulullah SAW: Menyambut Lailatulqadar dengan Iktikaf
Rabu, 12 April 2023 - 04:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Begini Amalan-Amalan Saat Melaksanakan Iktikaf
Hadis Sahih Mengenai Iktikaf
Sementara itu dalam kitab "Ad-Du’aa’ wal I’tikaaf karya Syaikh Samir bin Jamil bin Ahmad ar-Radhi" yang diterjemahkan Abu Ihsan al-Atsari menjadi "I’tikaf Menurut Sunnah yang Shahih" menyampaikan sejumlah hadis sahih mengenai iktikaf.
Hadis-hadis itu antara lain:
1. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha bahwa ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian aku melakukan iktikaf setelah beliau.”
2. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf sepuluh hari terakhir di setiap bulan Ramadan. Pada tahun beliau diwafatkan, beliau iktikaf selama dua puluh hari.”
3. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, bahwa ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf pada sepuluh akhir di bulan Ramadan dan bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
‘Carilah lailatulqadar pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan.’”
Baca juga: Beberapa Syarat dan Hal-hal yang Membatalkan Iktikaf
Hadis Sahih Mengenai Iktikaf
Sementara itu dalam kitab "Ad-Du’aa’ wal I’tikaaf karya Syaikh Samir bin Jamil bin Ahmad ar-Radhi" yang diterjemahkan Abu Ihsan al-Atsari menjadi "I’tikaf Menurut Sunnah yang Shahih" menyampaikan sejumlah hadis sahih mengenai iktikaf.
Hadis-hadis itu antara lain:
1. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha bahwa ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian aku melakukan iktikaf setelah beliau.”
2. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf sepuluh hari terakhir di setiap bulan Ramadan. Pada tahun beliau diwafatkan, beliau iktikaf selama dua puluh hari.”
3. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, bahwa ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan iktikaf pada sepuluh akhir di bulan Ramadan dan bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
‘Carilah lailatulqadar pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan.’”
Baca juga: Beberapa Syarat dan Hal-hal yang Membatalkan Iktikaf
Lihat Juga :