Zakat Pahala kepada Fakir dan Miskin Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Kamis, 13 April 2023 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
“Orang yang pailit (muflis) akan berada pada kesentosaan dari Allah di dunia dan akhirat”.
Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir tentang Cara Mencapai Kebahagiaan
Mensucikan Kalbu
Zakat thariqah juga berarti menyucikan kalbu sehingga kalbu menjadi bersih dan dapat tersambung kepada Allah. Orang yang berzakat thariqah akan memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada orang lain.
Orang yang pailit dalam pahala karena disedekahkan kepada orang yang membutuhkan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah karena hamba dengan segala hal yang dimilikinya adalah milik Allah di mana kelak pada hari kiamat apa yang diberikan hamba, dibalas oleh Tuhannya sepuluh kali lipat dari setiap kebaikannya.
Sebagaimana Firman Allah SWT: “Barang siapa yang melakukan amal kebajikan, maka ia akan mendapat pahala sepuluh kali lipat” (QS Al-An’âm:160).
Syaikh Abdul Qâdir mengutip perkataan Rabi’ah al-Adawiyah di dalam doanya:
“Ya Allah semua harta duniawi yang menjadi jatahku, berikanlah kepada orang kafir, dan semua pahala akhirat yang menjadi jatahku, berikanlah kepada orang mukmin, karena yang kuinginkan di dunia ini hanyalah mengingat-Mu dan yang kuinginkan di akhirat hanyalah bertemu denganMu”.
Dan zakat thariqah tidak hanya sebatas memberikan pahala untuk orang yang membutuhkan, tetapi zakat thariqah juga bisa bermakna membersihkan kalbu dari kotoran atau sifat-sifat tercela.
Baca juga: Ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menginginkan Kematian
Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir tentang Cara Mencapai Kebahagiaan
Mensucikan Kalbu
Zakat thariqah juga berarti menyucikan kalbu sehingga kalbu menjadi bersih dan dapat tersambung kepada Allah. Orang yang berzakat thariqah akan memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada orang lain.
Orang yang pailit dalam pahala karena disedekahkan kepada orang yang membutuhkan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah karena hamba dengan segala hal yang dimilikinya adalah milik Allah di mana kelak pada hari kiamat apa yang diberikan hamba, dibalas oleh Tuhannya sepuluh kali lipat dari setiap kebaikannya.
Sebagaimana Firman Allah SWT: “Barang siapa yang melakukan amal kebajikan, maka ia akan mendapat pahala sepuluh kali lipat” (QS Al-An’âm:160).
Syaikh Abdul Qâdir mengutip perkataan Rabi’ah al-Adawiyah di dalam doanya:
“Ya Allah semua harta duniawi yang menjadi jatahku, berikanlah kepada orang kafir, dan semua pahala akhirat yang menjadi jatahku, berikanlah kepada orang mukmin, karena yang kuinginkan di dunia ini hanyalah mengingat-Mu dan yang kuinginkan di akhirat hanyalah bertemu denganMu”.
Dan zakat thariqah tidak hanya sebatas memberikan pahala untuk orang yang membutuhkan, tetapi zakat thariqah juga bisa bermakna membersihkan kalbu dari kotoran atau sifat-sifat tercela.
Baca juga: Ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menginginkan Kematian
Lihat Juga :