Penulis dan Seniman Kecam Perang Sudan: Ini Bukan Perang Kami!

Kamis, 04 Mei 2023 - 10:30 WIB
loading...
Penulis dan Seniman...
Penulis dan seniman menganggap perang Sudan sebagai takdir mereka. Foto/Ilustrasi: qantara
A A A
Penulis dan seniman Sudan mengecam pertempuran di negerinya. Mereka bilang, "Ini bukan perang kami!"

Sudan, negeri yang dihuni 95% umat Islam, telah menjadi medan pertempuran. "Tapi ini bukan perang orang-orang yang tinggal di sana," kata penulis Sudan yang diasingkan, Stella Gitano dan Abdelaziz Baraka Sakin.

Stella Gitano dipandang sebagai suara penting dalam masyarakat Sudan kontemporer. Cerpen, novel, dan artikel jurnalistiknya – yang ditulis dalam bahasa Arab – telah menelusuri konsekuensi perang dan pemindahan selama lebih dari 20 tahun.

Mencela ketidakadilan, dia telah mengungkap keserakahan dan penyelewengan kekuasaan para pemimpin militer. "Ini adalah takdirku," keluhnya, sebagaimana dilansir Qantara pada 2 Mei 2023. "Harus menghidupkan kembali semua ini sekarang," lanjutnya.

Baca juga: 3 Staf PBB Tewas di Sudan

Penulis dan Seniman Kecam Perang Sudan: Ini Bukan Perang Kami!

Stella Gitano

Perang saudara di Sudan telah berlangsung selama berhari-hari. Ratusan nyawa telah hilang. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah mengevakuasi warganya sendiri dari zona bahaya. "Keluarga saya masih ada di sana. Saya masih berhubungan dengan teman-teman saya," kata Stella Gitano, yang saat ini tinggal di Kamen, Rhine-Westphalia Utara, sebagai penerima beasiswa program PEN "Writers in Exile". Dia merasa aman di sana.

Kembali pada tahun 2002, kumpulan cerita pendek Gitano "Bunga Layu" menggambarkan nasib orang-orang yang terpaksa melarikan diri dari konflik pembunuhan di Sudan bagian selatan - di Darfur dan Pegunungan Nuba - sebelum berakhir di kamp-kamp pengungsi di dekat Khartoum.

"Pengungsian benar-benar pengalaman yang sangat sulit. Anda hanya perlu menyelamatkan diri, melarikan diri ke tempat yang aman," kata pria berusia 44 tahun itu. “Tetapi ada lebih banyak hal dalam hidup – bahkan jika itu hanya air, makanan, dan obat-obatan.

Pada 2011, Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan. Stella Gitano menjadi incaran kalangan nasionalis dan tribalis karena aktivismenya. Dia menghadapi ujaran kebencian dan ancaman di media sosial. Setelah diserang secara fisik, dia meninggalkan negara asalnya pada 2021. Gitano telah tinggal di Jerman sejak Juli tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Perang Al-Abwa:...
Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Bolehkah Berdemonstrasi...
Bolehkah Berdemonstrasi dalam Islam dan Bagaimana Hukumnya?
Populer sebagai Bulan...
Populer sebagai Bulan Perang, Ini 9 Peperangan yang Terjadi di Bulan Safar
Rekomendasi
Oksigen Gelap Ditemukan...
Oksigen Gelap Ditemukan di Dasar Laut, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Arkeolog Temukan Sisa-sisa...
Arkeolog Temukan Sisa-sisa Pemukiman Bangsa Viking di Gereja Naur
Dianggap Mistis, Fenomena...
Dianggap Mistis, Fenomena Halo Terjadi di Langit Inggris
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Gempa Cianjur, Ilmuwan...
Gempa Cianjur, Ilmuwan Minta Lempeng dan Sesar Ini Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved