Pentingnya Berlaku Adil pada Anak agar Tidak Muncul Penyakit Hasad
Selasa, 06 Juni 2023 - 17:15 WIB
loading...
Sikap adil orang tua pada anak sangat penting dilakukan agar tidak muncul penyakit hati yakni hasad atau iri pada anak di kemudian hari. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Setiap orang tua dituntut untuk berlaku adil terhadap semua anak-anak mereka. Karena perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh anak akan membekas dalam jiwa. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpesan kepada kita:
“Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari)
Tentang adil dan bagaimana menjaga perasaan anak dijelaskan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam kajiannya melalui laman media sosial Facebook. Dai yang juga penulis buku 'Mencetak Generasi Rabbani' ini menguraikannya sebagai berikut:
Sikap adil dari orang tua, akan mencegah timbulnya penyakit hasad di dalam hati mereka dan memadamkan api kebencian di antara anak-anak. Sikap adil dari orang tua juga akan mendatangkan cinta dan keharmonisan antar sesama mereka. Lebih dari itu, sikap adil ini akan membantu anak-anak tersebut agar bisa sama-sama berbakti kepada kedua orang tuanya dan berbuat baik setelah orang tua tiada. Seperti mendoakan, melaksanakan wasiat dan menjaga kerukunan setelah orang tua meninggal dunia, ini merupakan buah dari keadilan yang ditegakkan oleh kedua orang tua semasa mereka hidup kepada anak-anak mereka.
Maka Nabi berpesan agar para orang tua berlaku adil. Dan ini adalah perkara yang wajib karena ini adalah perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Keadilan menjadi sesuatu yang bisa mereka rasakan dalam setiap masalah-masalah. Terutama yang berkaitan dengan kasih sayang, pemberian, perhatian, bahkan ciuman dan pujian.
Disebutkan dalam hadis Nu’man bin Basyir, ia bercerita di atas mimbar: “Ayahku memberiku sebuah hadiah, namun ‘Amrah binti Rawahah (ibuku) berkata: ‘Aku tidak akan ridha hingga engkau minta persaksian dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,’ maka ayahku pun datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu: ‘Anakku dari ‘Amrah binti Rawahah aku berikan hadiah, dan ibunya (‘Amrah) bersikeras agar aku meminta persaksian darimu Wahai Rasulullah.”
Maka Nabi bertanya kepada ayahku: “Apakah semua anakmu kamu berikan hadiah juga?” Ayahku menjawab: “Tidak” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu. Lalu ayahku menarik kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kalau begitu jangan meminta persaksian kepadaku, karena aku tidak mau bersaksi atas sebuah kedzaliman/ketidakadilan.” (HR. muslim)
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ
“Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari)
Tentang adil dan bagaimana menjaga perasaan anak dijelaskan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam kajiannya melalui laman media sosial Facebook. Dai yang juga penulis buku 'Mencetak Generasi Rabbani' ini menguraikannya sebagai berikut:
Sikap adil dari orang tua, akan mencegah timbulnya penyakit hasad di dalam hati mereka dan memadamkan api kebencian di antara anak-anak. Sikap adil dari orang tua juga akan mendatangkan cinta dan keharmonisan antar sesama mereka. Lebih dari itu, sikap adil ini akan membantu anak-anak tersebut agar bisa sama-sama berbakti kepada kedua orang tuanya dan berbuat baik setelah orang tua tiada. Seperti mendoakan, melaksanakan wasiat dan menjaga kerukunan setelah orang tua meninggal dunia, ini merupakan buah dari keadilan yang ditegakkan oleh kedua orang tua semasa mereka hidup kepada anak-anak mereka.
Maka Nabi berpesan agar para orang tua berlaku adil. Dan ini adalah perkara yang wajib karena ini adalah perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Keadilan menjadi sesuatu yang bisa mereka rasakan dalam setiap masalah-masalah. Terutama yang berkaitan dengan kasih sayang, pemberian, perhatian, bahkan ciuman dan pujian.
Disebutkan dalam hadis Nu’man bin Basyir, ia bercerita di atas mimbar: “Ayahku memberiku sebuah hadiah, namun ‘Amrah binti Rawahah (ibuku) berkata: ‘Aku tidak akan ridha hingga engkau minta persaksian dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,’ maka ayahku pun datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu: ‘Anakku dari ‘Amrah binti Rawahah aku berikan hadiah, dan ibunya (‘Amrah) bersikeras agar aku meminta persaksian darimu Wahai Rasulullah.”
Maka Nabi bertanya kepada ayahku: “Apakah semua anakmu kamu berikan hadiah juga?” Ayahku menjawab: “Tidak” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu. Lalu ayahku menarik kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
فَلَا تُشْهِدْنِي إِذًا، فَإِنِّي لَا أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ
“Kalau begitu jangan meminta persaksian kepadaku, karena aku tidak mau bersaksi atas sebuah kedzaliman/ketidakadilan.” (HR. muslim)
Lihat Juga :