Kisah Raja Charles III Kritik Para Pengejek Nabi Muhammad SAW
Kamis, 15 Juni 2023 - 16:57 WIB
loading...
Raja Inggris, Raja Charles III, tak awal tentang Islam dan muslim. Foto/Ilustrasi: MEE
A
A
A
Raja Inggris yang baru, Raja Charles III , memiliki masa lalu positif yang terekam di benak publik muslim . Pada saat masih sebagai putra mahkota, ia seringkali berbicara tentang Islam dan muslim.
Charles, yang menjadi raja baru pada 6 Mei 2023, menggantikan ibunya Ratu Elizabeth II yang meninggal, bukanlah seorang Muslim - tetapi kekaguman dan pengetahuannya tentang iman Islam didokumentasikan dengan baik.
Dia, misalnya, tak tinggal diam terhadap sikap para pembenci Islam. Middle East Eye (MEE) mencatat, pada tahun 2006, saat berkunjung ke Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir, Raja Charles mengkritik penerbitan kartun Denmark setahun sebelumnya yang mengejek Nabi Muhammad.
“Tanda sebenarnya dari masyarakat yang beradab adalah rasa hormat yang diberikan kepada minoritas dan orang asing,” katanya. “Perselisihan dan kemarahan yang mengerikan baru-baru ini atas kartun Denmark menunjukkan bahaya yang datang dari kegagalan kita untuk mendengarkan dan menghormati apa yang berharga dan sakral bagi orang lain.”
Baca juga: Pangeran Charles Sedih Satu Tahun Tak Bertemu Cucu
Ini bukan pertama kalinya Chales dilaporkan berkontribusi dalam debat tentang Islam dan kebebasan berbicara di Barat.
Pada tahun 2014, penulis Martin Amis mengatakan kepada Vanity Fair bahwa dia berdebat dengan Charles atas penolakannya untuk mendukung Salman Rushdie pengarang novel "The Satanic Verses".
Kala itu, Ayatollah Khomeini dari Iran mengeluarkan fatwa mati terhadap Rushdie, yang novelnya tahun 1989 dituduh menghina Islam.
Amis mengklaim bahwa Charles mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan menawarkan dukungan "jika seseorang menghina keyakinan terdalam orang lain".
Setelah penerbitan buku tersebut, penerbit Norwegia yang menerbitkan novel Rushdie ditembak, penerjemah Italianya ditikam dan editor Jepangnya dibunuh. Rushdie sendiri terluka parah bulan lalu setelah berulang kali ditusuk saat tampil di depan umum di New York.
Charles, yang menjadi raja baru pada 6 Mei 2023, menggantikan ibunya Ratu Elizabeth II yang meninggal, bukanlah seorang Muslim - tetapi kekaguman dan pengetahuannya tentang iman Islam didokumentasikan dengan baik.
Dia, misalnya, tak tinggal diam terhadap sikap para pembenci Islam. Middle East Eye (MEE) mencatat, pada tahun 2006, saat berkunjung ke Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir, Raja Charles mengkritik penerbitan kartun Denmark setahun sebelumnya yang mengejek Nabi Muhammad.
“Tanda sebenarnya dari masyarakat yang beradab adalah rasa hormat yang diberikan kepada minoritas dan orang asing,” katanya. “Perselisihan dan kemarahan yang mengerikan baru-baru ini atas kartun Denmark menunjukkan bahaya yang datang dari kegagalan kita untuk mendengarkan dan menghormati apa yang berharga dan sakral bagi orang lain.”
Baca juga: Pangeran Charles Sedih Satu Tahun Tak Bertemu Cucu
Ini bukan pertama kalinya Chales dilaporkan berkontribusi dalam debat tentang Islam dan kebebasan berbicara di Barat.
Pada tahun 2014, penulis Martin Amis mengatakan kepada Vanity Fair bahwa dia berdebat dengan Charles atas penolakannya untuk mendukung Salman Rushdie pengarang novel "The Satanic Verses".
Kala itu, Ayatollah Khomeini dari Iran mengeluarkan fatwa mati terhadap Rushdie, yang novelnya tahun 1989 dituduh menghina Islam.
Amis mengklaim bahwa Charles mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan menawarkan dukungan "jika seseorang menghina keyakinan terdalam orang lain".
Setelah penerbitan buku tersebut, penerbit Norwegia yang menerbitkan novel Rushdie ditembak, penerjemah Italianya ditikam dan editor Jepangnya dibunuh. Rushdie sendiri terluka parah bulan lalu setelah berulang kali ditusuk saat tampil di depan umum di New York.
Lihat Juga :