Kisah Perjalanan Haji Evlia Celebi Tahun 1672, Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW
Kamis, 29 Juni 2023 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Haji Tukang Sol Sepatu, Seluruh Haji Diterima Allah Berkat Amalannya
Rute Haji
Lahir di Istanbul dari keluarga kaya dan berpengaruh pada 1611, Celebi meninggalkan catatan perjalanan pribadinya. Ia antara lain meninggalkan catatan berharga tentang rute ziarah haji dan jalur stasiun antara Damaskus dan Makkah.
Di dalamnya tergambarkan pengalamannya bepergian melalui berbagai desa dan kota di sepanjang rute haji dengan biaya dari Sultan Mehmet IV.
Pada 2 Maret 1671, Celebi meninggalkan Damaskus menuju Makkah dengan karavan haji. Dia menulis 10 catatan perjalanan yang menggambarkan Balkan, Rusia, Rumelia, Austria, Kaukasus, Suriah, Palestina, Armenia, Mesir, Sudan, dan Hijaz.
Sejak zaman Sultan Suleiman yang Agung, yang secara hukum menetapkan hadiah dan uang dikeluarkan dari perbendaharaan Suriah pada 77 kepala suku untuk melindungi kafilah haji, para syekh dari suku-suku tertentu dengan 40 ribu hingga 50 ribu untanya menunggu kedatangan karavan peziarah ini.
Penggambaran Celebi yang gamblang ini bisa dibayangkan pengaturan kafilah haji dari sebuah kamp yang didirikan untuk digunakan selama beberapa hari, atau digunakan untuk istirahat dan persinggahan air.
Baca juga: Kisah Mualaf Jerman Murad Wilfred Hoffman Pergi Haji
Dari catatan itu juga diketahui pada tengah malam terompet akan berbunyi untuk mengumumkan keberangkatan karavan. Pengepakan, pemuatan dan penempatan unta, kuda, dan bagal memakan waktu sepanjang malam, yang mana mereka bergerak saat fajar.
Keamanan menjadi perhatian utama Amir Al Haj, atau komandan karavan. Mereka disebut akan mengorganisasi perlindungan militer yang terdiri dari 5.120 janisari bersenjata dan terorganisasi dengan baik untuk mengusir serangan Badui.
Rute Haji
Lahir di Istanbul dari keluarga kaya dan berpengaruh pada 1611, Celebi meninggalkan catatan perjalanan pribadinya. Ia antara lain meninggalkan catatan berharga tentang rute ziarah haji dan jalur stasiun antara Damaskus dan Makkah.
Di dalamnya tergambarkan pengalamannya bepergian melalui berbagai desa dan kota di sepanjang rute haji dengan biaya dari Sultan Mehmet IV.
Pada 2 Maret 1671, Celebi meninggalkan Damaskus menuju Makkah dengan karavan haji. Dia menulis 10 catatan perjalanan yang menggambarkan Balkan, Rusia, Rumelia, Austria, Kaukasus, Suriah, Palestina, Armenia, Mesir, Sudan, dan Hijaz.
Sejak zaman Sultan Suleiman yang Agung, yang secara hukum menetapkan hadiah dan uang dikeluarkan dari perbendaharaan Suriah pada 77 kepala suku untuk melindungi kafilah haji, para syekh dari suku-suku tertentu dengan 40 ribu hingga 50 ribu untanya menunggu kedatangan karavan peziarah ini.
Penggambaran Celebi yang gamblang ini bisa dibayangkan pengaturan kafilah haji dari sebuah kamp yang didirikan untuk digunakan selama beberapa hari, atau digunakan untuk istirahat dan persinggahan air.
Baca juga: Kisah Mualaf Jerman Murad Wilfred Hoffman Pergi Haji
Dari catatan itu juga diketahui pada tengah malam terompet akan berbunyi untuk mengumumkan keberangkatan karavan. Pengepakan, pemuatan dan penempatan unta, kuda, dan bagal memakan waktu sepanjang malam, yang mana mereka bergerak saat fajar.
Keamanan menjadi perhatian utama Amir Al Haj, atau komandan karavan. Mereka disebut akan mengorganisasi perlindungan militer yang terdiri dari 5.120 janisari bersenjata dan terorganisasi dengan baik untuk mengusir serangan Badui.
Lihat Juga :