Doa dan Zikir Setelah Salat Qobliyah Subuh Lengkap
Senin, 03 Juli 2023 - 14:01 WIB
loading...
Doa dan zikir setelah salat qobliyah Subuh ini hendaknya dihapal dan dipahami ketika kita akan melaksanakan salat sunnah subuh tersebut. Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Doa dan zikir setelah salat qobliyah subuh ini hendaknya dihafal dan dipahami ketika kita akan melaksanakan salat sunah Subuh tersebut. Doa dan zikir oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam biasa disebut dengan doa ma’tsur atau zikir ma’tsur.
Berikut ini adalah bacaan yang dilantunkan Rasulullah SAW yang ma’tsur sebelum mengerjakan salat subuh dan sesaat setelah melaksanakan salat qabliyah subuh.
Dijelaskan oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Nihayah az-Zain:
Allahumma inni asaluka rahmatan min ‘indika tahdii bihaa qalbi wa tajma’u bihaa syamlii wa talumma bihaa syu’atsii wa taruddu bihaa alfatii wa tushlihu bihaa diinii wa tahfadhu bihaa ghaaibii wa tarfa’u bihaa syaahiday wa tuzakkii bihaa ‘amalii wa tubayyidhu bihaa wajhii wa tulhimunii bihaa rusydii wa ta’shimunii bihaa min kulli suuin allahumma a’tinii iimaanan shaadiqan wa yaqiinan ‘alaal a’daai wa muraafaqatal an biyaai.
Artinya:
“Ya Allah, aku meminta padaMu kerahmatan di sisiMu yang dapat menunjukkan hatiku, mengumpulkan yang terserak dariku, memperbaiki apa yang kusut padaku mengembalikan padaku kesenanganku, memperbaiki agamaku, menjaga batinku (dari sifat-sifat buruk), mengangkat lahiriahku (dengan amal baik), mensucikan amalku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk padaku, dan menjagaku dari segala kejelekan”
“Ya Allah berikanlah padaku iman yang sungguh-sungguh dan keyakinan yang tidak diikuti oleh kekafiran dan rahmat yang dengannya aku memperoleh kemuliaanMu di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon pada-Mu sebuah keberuntungan ketika perjumpaan (denganMu), derajat para syuhada’, kehidupan orang-orang yang bahagia, pertolongan atas musuh dan berdampingan dengan para nabi (di surga).
Allaahumma innii as-aluka rahmatan min ‘indika tahdii bihaa qolbii wa tajma’u bihaa syamlii wa taruddu bihal fitnata ‘annii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon rahmat dariMu untuk petunjuk hatiku, mengutuhkan keluargaku, dan menghindarkan fitnah dariku”
Syekh Muhammad an-Nawawi kemudian melanjutkan pemaparan mengenai wirid lain yang dianjurkan untuk dilafalkan di antara salat sunah dan salat fardhu subuh.
Berikut ini adalah wirid yang mempunyai keutamaan agung (fadhlun ‘adhîm) itu:
Berikut ini adalah bacaan yang dilantunkan Rasulullah SAW yang ma’tsur sebelum mengerjakan salat subuh dan sesaat setelah melaksanakan salat qabliyah subuh.
Dijelaskan oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Nihayah az-Zain:
Allahumma inni asaluka rahmatan min ‘indika tahdii bihaa qalbi wa tajma’u bihaa syamlii wa talumma bihaa syu’atsii wa taruddu bihaa alfatii wa tushlihu bihaa diinii wa tahfadhu bihaa ghaaibii wa tarfa’u bihaa syaahiday wa tuzakkii bihaa ‘amalii wa tubayyidhu bihaa wajhii wa tulhimunii bihaa rusydii wa ta’shimunii bihaa min kulli suuin allahumma a’tinii iimaanan shaadiqan wa yaqiinan ‘alaal a’daai wa muraafaqatal an biyaai.
Artinya:
“Ya Allah, aku meminta padaMu kerahmatan di sisiMu yang dapat menunjukkan hatiku, mengumpulkan yang terserak dariku, memperbaiki apa yang kusut padaku mengembalikan padaku kesenanganku, memperbaiki agamaku, menjaga batinku (dari sifat-sifat buruk), mengangkat lahiriahku (dengan amal baik), mensucikan amalku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk padaku, dan menjagaku dari segala kejelekan”
“Ya Allah berikanlah padaku iman yang sungguh-sungguh dan keyakinan yang tidak diikuti oleh kekafiran dan rahmat yang dengannya aku memperoleh kemuliaanMu di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon pada-Mu sebuah keberuntungan ketika perjumpaan (denganMu), derajat para syuhada’, kehidupan orang-orang yang bahagia, pertolongan atas musuh dan berdampingan dengan para nabi (di surga).
Doa qobiliyah Subuh yang pendek
اللهم انى اسألك رحمةمن
عندك تهدي بهاقلبي وتجمع بهاثملي وتردبهاالفتنةعني
عندك تهدي بهاقلبي وتجمع بهاثملي وتردبهاالفتنةعني
Allaahumma innii as-aluka rahmatan min ‘indika tahdii bihaa qolbii wa tajma’u bihaa syamlii wa taruddu bihal fitnata ‘annii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon rahmat dariMu untuk petunjuk hatiku, mengutuhkan keluargaku, dan menghindarkan fitnah dariku”
Syekh Muhammad an-Nawawi kemudian melanjutkan pemaparan mengenai wirid lain yang dianjurkan untuk dilafalkan di antara salat sunah dan salat fardhu subuh.
Berikut ini adalah wirid yang mempunyai keutamaan agung (fadhlun ‘adhîm) itu:
سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَّ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَّرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يُفَوُّتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلِ اَلْمُبْدِىءُ سُبْحَانَ الْآخِرِ اَلْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ تُسَمِّىْ قَبْلَ أَنْ يُسَمًّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ
Lihat Juga :