Al-Qur'an Menyebut Nabi Adam dan Nabi Daud sebagai Khalifah, Adakah Persamaannya?
Rabu, 05 Juli 2023 - 05:53 WIB
loading...
Prof Dr Quraish Shihab/Foto Ist
A
A
A
Quraish Shihab mengatakan kata khalifah dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam Al-Quran , yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26. Di sini, ada dua bentuk plural yang digunakan oleh Al-Qur'an, yaitu:
(a) Khalaif yang terulang sebanyak empat kali, yakni pada surah Al-An'am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39.
(b) Khulafa' terulang sebanyak tiga kali pada surah-surah. Al-A'raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62.
"Keseluruhan kata tersebut berakar dari kata khulafa' yang pada mulanya berarti 'di belakang'," jelas Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996).
Dari sini, kata khalifah seringkali diartikan sebagai "pengganti" (karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya).
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Al-Raghib Al-Isfahani, dalam "Mufradat fi Gharib Al-Qur'an", menjelaskan bahwa menggantikan yang lain berarti melaksanakan sesuatu atas nama yang digantikan, baik bersama yang digantikannya maupun sesudahnya.
Lebih lanjut, Al-Isfahani menjelaskan bahwa kekhalifahan tersebut dapat terlaksana akibat ketiadaan di tempat, kematian, atau ketidakmampuan orang yang digantikan, dan dapat juga akibat penghormatan yang diberikan kepada yang menggantikan.
"Tidak dapat disangkal oleh para mufasir bahwa perbedaan bentuk-bentuk kata di atas (khalifah, khalaif, khulafa') masing-masing mempunyai konteks makna tersendiri, yang sedikit atau banyak berbeda degan yang lain," ujar Quraish Shihab.
Menurutnya, kalau kita bermaksud merujuk kepada Al-Qur'an untuk mengetahui kandungan makna kata khalifah (karena ayat Al-Qur'an berfungsi pula sebagai penjelas terhadap ayat-ayat lainnya), maka dari kata khalifah yang hanya terulang dua kali itu serta konteks-konteks pembicaraannya, kita dapat menarik beberapa kesimpulan makna --khususnya dengan memperhatikan ayat-ayat surah Shad yang menguraikan sebagian dari sejarah kehidupan Nabi Daud .
(a) Khalaif yang terulang sebanyak empat kali, yakni pada surah Al-An'am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39.
(b) Khulafa' terulang sebanyak tiga kali pada surah-surah. Al-A'raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62.
"Keseluruhan kata tersebut berakar dari kata khulafa' yang pada mulanya berarti 'di belakang'," jelas Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996).
Dari sini, kata khalifah seringkali diartikan sebagai "pengganti" (karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya).
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Al-Raghib Al-Isfahani, dalam "Mufradat fi Gharib Al-Qur'an", menjelaskan bahwa menggantikan yang lain berarti melaksanakan sesuatu atas nama yang digantikan, baik bersama yang digantikannya maupun sesudahnya.
Lebih lanjut, Al-Isfahani menjelaskan bahwa kekhalifahan tersebut dapat terlaksana akibat ketiadaan di tempat, kematian, atau ketidakmampuan orang yang digantikan, dan dapat juga akibat penghormatan yang diberikan kepada yang menggantikan.
"Tidak dapat disangkal oleh para mufasir bahwa perbedaan bentuk-bentuk kata di atas (khalifah, khalaif, khulafa') masing-masing mempunyai konteks makna tersendiri, yang sedikit atau banyak berbeda degan yang lain," ujar Quraish Shihab.
Menurutnya, kalau kita bermaksud merujuk kepada Al-Qur'an untuk mengetahui kandungan makna kata khalifah (karena ayat Al-Qur'an berfungsi pula sebagai penjelas terhadap ayat-ayat lainnya), maka dari kata khalifah yang hanya terulang dua kali itu serta konteks-konteks pembicaraannya, kita dapat menarik beberapa kesimpulan makna --khususnya dengan memperhatikan ayat-ayat surah Shad yang menguraikan sebagian dari sejarah kehidupan Nabi Daud .
Lihat Juga :