Tata Cara Salat Seorang Difabel Sesuai Ajaran Islam
Senin, 10 Juli 2023 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. ( QS al-Hajj : 78)
Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak membebani jiwa manusia di luar batas kemampuannya,
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( QS al-Baqarah : 286)
Baca juga: Wakaf Al-Qur'an Braille Bahagiakan Penyandang Tunanetra
Allah SWT memberi keringanan, bagi mereka yang memiliki kekurangan secara fisik, sehingga tidak bisa melakukan kewajiban yang dikerjakan oleh kaum muslimin lainnya.
Ketika orang-orang munafik yang sehat fisik meminta izin kepada Nabi SAW untuk tidak ikut jihad, Rasulullah SAW membiarkan dan tidak mempedulikan mereka. Dan hakikatnya itu celaan bagi mereka. Allah menyindir mereka habis-habisan dalam Al-Qur'an. Allah sebut mereka layaknya orang banci, para pengecut.
Keadaan ini membuat sedih para orang buta, orang terbatas fisik, atau orang sakit. Sebenarnya mereka memiliki keinginan untuk bergabung jihad, namun keterbatasan fisiknya tidak memungkinkan bagi mereka untuk ikut jihad. Meskipun mereka tidak ikut, Allah tetap memuji mereka,
Artinya: "Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih. ( QS. al-Fath : 17)
Baca juga: Kerugian-kerugian Ketika Meninggalkan Sholat Subuh
Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak membebani jiwa manusia di luar batas kemampuannya,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( QS al-Baqarah : 286)
Baca juga: Wakaf Al-Qur'an Braille Bahagiakan Penyandang Tunanetra
Allah SWT memberi keringanan, bagi mereka yang memiliki kekurangan secara fisik, sehingga tidak bisa melakukan kewajiban yang dikerjakan oleh kaum muslimin lainnya.
Ketika orang-orang munafik yang sehat fisik meminta izin kepada Nabi SAW untuk tidak ikut jihad, Rasulullah SAW membiarkan dan tidak mempedulikan mereka. Dan hakikatnya itu celaan bagi mereka. Allah menyindir mereka habis-habisan dalam Al-Qur'an. Allah sebut mereka layaknya orang banci, para pengecut.
Keadaan ini membuat sedih para orang buta, orang terbatas fisik, atau orang sakit. Sebenarnya mereka memiliki keinginan untuk bergabung jihad, namun keterbatasan fisiknya tidak memungkinkan bagi mereka untuk ikut jihad. Meskipun mereka tidak ikut, Allah tetap memuji mereka,
لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا
Artinya: "Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih. ( QS. al-Fath : 17)
Baca juga: Kerugian-kerugian Ketika Meninggalkan Sholat Subuh
(mhy)
Lihat Juga :