Menceritakan Nikmat kepada Orang Lain (1): Bentuk Syukur Atau Pamer?
Rabu, 12 Juli 2023 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Dahulu kaum muslimin memandang bahwa diantara bentuk bersyukur atas sebuah nikmat adalah menceritakan/menyebut-nyebut nikmat tersebut." [Tafsir al-Kabir (1/155)]
Imam Alusiy rahimahullah berkata:
فإن التحدث بها شكر لها كما قال عمر بن عبد العزيز والحسن وقتادة والفضيل بن عياض
Artinya: "Karena sesungguhnya menyebut-nyebut nikmat itu adalah bentuk syukur atasnya, sebagaimana hal ini dinyatakan oleh Umar bin Abdul Aziz, Hasan al-Bashri, Qatadah dan Fudhail bin Iyadh." [Ruhul Ma'ani (15/383)]
Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullah berkata:
إذا أصبت خيرا فحدث إخوانك
Artinya: "Jika kamu mendapatkan suatu kebaikan, maka ceritakanlah kepada saudara-saudaramu." [Tafsir Ibnu Abi Hatim (10/3444)]
Menceritakan, mengabarkan dan menyebut-nyebut nikmat yang didapatkan dikenal dengan istilah Tahaduts bi Ni'matillah adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah. Imam Ibnu Asyur rahimahullah berkata: "Tahaduts yakni mengabarkan, yaitu menceritakan apa-apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu dan mengakui akan karuniaNya, itu adalah bentuk dari rasa syukur." [Tahrir wa Tanwir (30/403)]
Perlu diingat, menyebut-nyebut nikmat atau menceritakannya adalah hal yang diperintahkan dalam syariat. Namun jangan sampai salah niat sehingga tujuannya adalah pamer untuk membanggakan diri terhadap orang lain.
(Bersambung)!
Baca Juga: Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah
Imam Alusiy rahimahullah berkata:
فإن التحدث بها شكر لها كما قال عمر بن عبد العزيز والحسن وقتادة والفضيل بن عياض
Artinya: "Karena sesungguhnya menyebut-nyebut nikmat itu adalah bentuk syukur atasnya, sebagaimana hal ini dinyatakan oleh Umar bin Abdul Aziz, Hasan al-Bashri, Qatadah dan Fudhail bin Iyadh." [Ruhul Ma'ani (15/383)]
Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullah berkata:
إذا أصبت خيرا فحدث إخوانك
Artinya: "Jika kamu mendapatkan suatu kebaikan, maka ceritakanlah kepada saudara-saudaramu." [Tafsir Ibnu Abi Hatim (10/3444)]
Menceritakan, mengabarkan dan menyebut-nyebut nikmat yang didapatkan dikenal dengan istilah Tahaduts bi Ni'matillah adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah. Imam Ibnu Asyur rahimahullah berkata: "Tahaduts yakni mengabarkan, yaitu menceritakan apa-apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu dan mengakui akan karuniaNya, itu adalah bentuk dari rasa syukur." [Tahrir wa Tanwir (30/403)]
Perlu diingat, menyebut-nyebut nikmat atau menceritakannya adalah hal yang diperintahkan dalam syariat. Namun jangan sampai salah niat sehingga tujuannya adalah pamer untuk membanggakan diri terhadap orang lain.
(Bersambung)!
Baca Juga: Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah
(rhs)
Lihat Juga :