Ekspedisi Sallam Tardjuman Menemukan Tembok Yakjuj dan Makjuj
Minggu, 16 Juli 2023 - 23:52 WIB
loading...
Inilah tetak tembok Yakjuj dan Makjuj yang diyakini berada di Ngarai Darial, dekat Sungai Terek Georgia. Foto/tangkapan Channel Youtube RiseTAFDI
A
A
A
Tembok Yakjuj dan Makjuj (يأجوج ومأجوج) memang masih misteri. Namun ada satu kisah menarik tentang penemuan lokasi tembok yang pernah dibangun Raja Dzulqarnain tersebut. Salah satunya mimpi Khalifah Abbasiyah, Al-Watsiq dan ekspedisi Syaikh Sallam Tardjuman.
Yakjuj dan Makjuj adalah dua suku (bangsa) perusak yang akan muncul di akhir zaman. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj merupakan satu dari 10 tanda Kiamat besar yang pernah disabdakan Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah golongan manusia keturunan Yafits bin Nuh 'alahissalam, nenek moyang bangsa Turk. Yakjuj dan Makjuj tidak akan mati kecuali melahirkan keturunan seribu orang atau lebih.
Catatan ekspedisi Sallam Al-Tardjuman ini sangat menarik dan diceritakan dalam Kitab Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq karya Al-Syarif Al-Idrisi. Sallam Al-Tardjuman adalah orang yang diutus Al-Watsiq Billah (Khalifah ke-9 Dinasti Abbasiyah 842-847 M) mencari tembok mencari tembok Yakjuj dan Makjuj itu.
Khalifah Al-Watsiq Billah (wafat 232 H) bermimpi bahwa dinding pembatas yang mengurung dua suku barbar itu telah hancur dan jebol. Karena mimpi itulah ia mengutus sebuah tim ekspedisi yang dipimpin oleh Sallam Al-Tardjuman. Syaikh Sallam ini dikenal sebagai pengembara asal Turki.
Berikut kisah ekspedisi Sallam Tardjuman dikutip dari "Catatan Yakjuj Makjuj" yang bersumber dari Nuzhat Al-Musytaq karya Al-Idrisi. Ibnu Khurradadhbih adalah seorang yang mencatat kata-kata yang didiktekan Sallam, yang berisi catatan perjalanan, perintah Khalifah, dan laporan Sallam kepada Khalifah. Catatan Ibnu Khurradadhbih ini telah dibukukan dengan judul Kitab al-Masalik w'al Mamalik yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul "Book of Routes and Kingdom" dan diceritakan pula dalam "Gog and Magog in Early Eastern Christian and Islamic Sources; Sallam's Quest for Alexander's Wall" karya Emeri van Donzel dan Andrea Schmidt.
Ekspedisi Sallam Al-Tardjuman
Dalam Kitab Nuzhat al-Musytaq itu diceritakan, Khalifah al-Watsiq membekali Sallam dengan 5.000 Dinar ditambah 10.000 Dirham sebagai uang tambahan dan 50 pemuda berbadan kuat. Khalifah juga memberikan kepada pemuda yang menemani Sallam masing-masing 1.000 Dirham dan biaya hidup selama setahun.
Selain itu, Khalifah juga memerintahkan agar rombongan ekspedisi menyesuaikan pakaian mereka dengan pakaian penduduk yang hendak didatangi. Khalifah juga memberikan 200 ekor keledai untuk membawa perlengkapan dan air.
Rombongan Sallam berangkat dari Samarra (Irak) menuju Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Yakjuj-Makjuj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Yakjuj dan Makjuj.
Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Yakjuj Makjuj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Yakjuj Makjuj. Sesampainya di kawasan Igu, di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Yakjuj dan Makjuj adalah dua suku (bangsa) perusak yang akan muncul di akhir zaman. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj merupakan satu dari 10 tanda Kiamat besar yang pernah disabdakan Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah golongan manusia keturunan Yafits bin Nuh 'alahissalam, nenek moyang bangsa Turk. Yakjuj dan Makjuj tidak akan mati kecuali melahirkan keturunan seribu orang atau lebih.
Catatan ekspedisi Sallam Al-Tardjuman ini sangat menarik dan diceritakan dalam Kitab Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq karya Al-Syarif Al-Idrisi. Sallam Al-Tardjuman adalah orang yang diutus Al-Watsiq Billah (Khalifah ke-9 Dinasti Abbasiyah 842-847 M) mencari tembok mencari tembok Yakjuj dan Makjuj itu.
Khalifah Al-Watsiq Billah (wafat 232 H) bermimpi bahwa dinding pembatas yang mengurung dua suku barbar itu telah hancur dan jebol. Karena mimpi itulah ia mengutus sebuah tim ekspedisi yang dipimpin oleh Sallam Al-Tardjuman. Syaikh Sallam ini dikenal sebagai pengembara asal Turki.
Berikut kisah ekspedisi Sallam Tardjuman dikutip dari "Catatan Yakjuj Makjuj" yang bersumber dari Nuzhat Al-Musytaq karya Al-Idrisi. Ibnu Khurradadhbih adalah seorang yang mencatat kata-kata yang didiktekan Sallam, yang berisi catatan perjalanan, perintah Khalifah, dan laporan Sallam kepada Khalifah. Catatan Ibnu Khurradadhbih ini telah dibukukan dengan judul Kitab al-Masalik w'al Mamalik yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul "Book of Routes and Kingdom" dan diceritakan pula dalam "Gog and Magog in Early Eastern Christian and Islamic Sources; Sallam's Quest for Alexander's Wall" karya Emeri van Donzel dan Andrea Schmidt.
Ekspedisi Sallam Al-Tardjuman
Dalam Kitab Nuzhat al-Musytaq itu diceritakan, Khalifah al-Watsiq membekali Sallam dengan 5.000 Dinar ditambah 10.000 Dirham sebagai uang tambahan dan 50 pemuda berbadan kuat. Khalifah juga memberikan kepada pemuda yang menemani Sallam masing-masing 1.000 Dirham dan biaya hidup selama setahun.
Selain itu, Khalifah juga memerintahkan agar rombongan ekspedisi menyesuaikan pakaian mereka dengan pakaian penduduk yang hendak didatangi. Khalifah juga memberikan 200 ekor keledai untuk membawa perlengkapan dan air.
Rombongan Sallam berangkat dari Samarra (Irak) menuju Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Yakjuj-Makjuj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Yakjuj dan Makjuj.
Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Yakjuj Makjuj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Yakjuj Makjuj. Sesampainya di kawasan Igu, di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Lihat Juga :