9 Tahun Genosida Kaum Yazidi oleh ISIS: Kesaksian Barzan Saat Diculik Berusia 14 Tahun
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 20:29 WIB
loading...
Sisa-sisa kaum Yazidi terbunuh dalam serangan Daesh pada tahun 2014, setelah mereka digali dari kuburan massal, di Mosul, Irak 20 Juni 2023. (ArabNews)
A
A
A
Menteri Negara Inggris untuk Timur Tengah, Tariq Mahmood Ahmad, mengatakan penduduk Yazidi sangat menderita di tangan ISIS sembilan tahun lalu dan dampaknya masih terasa hingga hari ini. "Keadilan dan pertanggungjawaban adalah kunci bagi mereka yang hidupnya hancur,” ujarnya
“Hari ini, kami telah membuat pengakuan bersejarah bahwa tindakan genosida dilakukan terhadap orang-orang Yazidi. Tekad ini hanya memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa mereka menerima kompensasi yang terhutang kepada mereka dan dapat mengakses keadilan yang berarti," ujarnya pekan lal.
Orang yang selamat dari Yazidi dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Nadia Murad menyambut baik pengumuman tersebut. “Ribuan orang meninggal, ribuan lainnya diperbudak dan begitu banyak dari kami yang mengungsi dan trauma. Saya harap langkah Inggris ini membawa kita lebih dekat ke keadilan.”
Baca juga: Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Berikut salah satu kisah korban ISIS sebagaimana dilansir Arab News, Kamis 3 Agustus 2023.
Kurdistan Irak, tak lama setelah tengah malam pada 3 Agustus 2014. Ekstremis Daesh (ISIS) yang bersenjata berat menyapu tanah air Yazidi di Sinjar di Irak barat laut. Mereka mengumpulkan penduduk sipil, sebagian dibantai, sisanya dijadikan tawanan.
Daesh sengaja menargetkan komunitas Yazidi, salah satu minoritas etnoreligius tertua di Irak, karena menganggap mereka murtad karena tradisi agama mereka.
“Saya ingat orang tua saya dengan panik membangunkan saya dan saudara-saudara saya sekitar pukul 2 pagi,” kata Barzan H., 23, kepada Arab News di Irbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak, tempat dia sekarang tinggal bersama ribuan orang pengungsi Yazidi lainnya.
“Saya mengintip ke luar jendela dan melihat truk dan jip hitam masuk dari kejauhan. Orang-orang yang lebih tua dan mampu mengangkat senjata, dengan senapan yang mereka miliki di rumah dan apa pun yang bisa mereka dapatkan untuk melindungi kami.”
Kala itu, Barzan baru berusia 14 tahun. Saat para ekstremis maju, dia dan tetangganya mengambil apa saja yang bisa mereka bawa dan meninggalkan rumah. Sekitar 400.000 orang mengungsi. Hanya sedikit yang akan kembali.
“Hari ini, kami telah membuat pengakuan bersejarah bahwa tindakan genosida dilakukan terhadap orang-orang Yazidi. Tekad ini hanya memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa mereka menerima kompensasi yang terhutang kepada mereka dan dapat mengakses keadilan yang berarti," ujarnya pekan lal.
Orang yang selamat dari Yazidi dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Nadia Murad menyambut baik pengumuman tersebut. “Ribuan orang meninggal, ribuan lainnya diperbudak dan begitu banyak dari kami yang mengungsi dan trauma. Saya harap langkah Inggris ini membawa kita lebih dekat ke keadilan.”
Baca juga: Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Berikut salah satu kisah korban ISIS sebagaimana dilansir Arab News, Kamis 3 Agustus 2023.
Kurdistan Irak, tak lama setelah tengah malam pada 3 Agustus 2014. Ekstremis Daesh (ISIS) yang bersenjata berat menyapu tanah air Yazidi di Sinjar di Irak barat laut. Mereka mengumpulkan penduduk sipil, sebagian dibantai, sisanya dijadikan tawanan.
Daesh sengaja menargetkan komunitas Yazidi, salah satu minoritas etnoreligius tertua di Irak, karena menganggap mereka murtad karena tradisi agama mereka.
“Saya ingat orang tua saya dengan panik membangunkan saya dan saudara-saudara saya sekitar pukul 2 pagi,” kata Barzan H., 23, kepada Arab News di Irbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak, tempat dia sekarang tinggal bersama ribuan orang pengungsi Yazidi lainnya.
“Saya mengintip ke luar jendela dan melihat truk dan jip hitam masuk dari kejauhan. Orang-orang yang lebih tua dan mampu mengangkat senjata, dengan senapan yang mereka miliki di rumah dan apa pun yang bisa mereka dapatkan untuk melindungi kami.”
Kala itu, Barzan baru berusia 14 tahun. Saat para ekstremis maju, dia dan tetangganya mengambil apa saja yang bisa mereka bawa dan meninggalkan rumah. Sekitar 400.000 orang mengungsi. Hanya sedikit yang akan kembali.
Lihat Juga :