Saat Imam Syafi’i Berguru ke Imam Malik di Madinah

Kamis, 30 April 2020 - 04:19 WIB
loading...
A A A
Disambut oleh salah satu pembantunya, Wali Madinah memohon agar dipersilahkan menemui Imam Malik. Tak lama setelah masuk ke dalam rumah, si pembantu keluar membawa pesan dari Imam Malik.

“Jika ada pertanyaan, cukup tuliskanlah dan tunggu besok akan kujawab. Jika ingin mengaji al-Muwaththa’ maka kalian tahu jadwalnya bukan hari ini,” ujar sang pembantu.

Wali Madinah menimpali, “Kami datang hendak menyampaikan surat dari Wali Makkah kepada Imam Malik.”

Si pembantu masuk lagi dan tak lama berselang ia keluar dengan membawa sebuah kursi yang kemudian ia tata dengan hati-hati sekali. Maka keluarlah Imam Malik menemui kedua tamunya itu.

Imam Malik adalah seorang Syaikh yang wajahnya memancarkan keikhlasan dan aura ilmu yang memesona. Imam Malik membaca surat itu dengan seksama. Setelah tahu apa maksudnya, beliau melempar surat itu ke tanah dan berkata, “Subhanallah, sejak kapan ilmu Rasulullah saw didatangi dengan wasilah surat menyurat seperti ini?”

Wali Madinah tak mampu berkata-kata. Ia seakan kehabisan kalimat di hadapan Imam Malik. Akhirnya, Imam Syafi’i memberanikan diri untuk berbicara. Mendengar kalimat dan tutur bahasa yang bagus, dan agaknya firasat Imam Malik yang mengatakan bahwa pemuda dihadapannya ini nanti akan jadi tokoh besar, Imam Malik berkata, “Datanglah besok untuk mendengar kajian kitab al-Muwaththa’!”

“Wahai Syaikh, aku sudah menghafalkannya di luar kepala,” jawab Imam Syafi’i.

Maka setelah dibacakan dihadapannya, Imam Malik begitu terkesan dengan hafalan dan bagusnya bacaan Imam Syafi’i.

Begitulah awal perjumpaan Imam Syafi’i dengan gurunya Imam Malik di kota Madinah. Hingga nantinya beliau berguru kepada Syaikhnya tersebut selama bertahu-tahun sampai maut menjemput sang guru mulia.

Pada tahun 179 H, Imam Syafi’i harus menelan pil pahit dalam kehidupan akademisnya. Bagaimana tidak? Di tahun yang sama itu wafat dua guru mulianya Imam Malik di Madinah dan Syaikh Kholid az-Zanji di Makkah. Namun, wafatnya kedua guru beliau tak lantas membuatnya larut dalam kesedihan. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tangisan...
Kisah Hikmah : Tangisan Imam Malik bin Anas Saat Berbuka Puasa
Ketika Imam Syafii Berdebat...
Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban
Kisah Dua Imam Mazhab...
Kisah Dua Imam Mazhab : Tertawa Bersama Menyikapi Datangnya Rezeki
Konferensi Internasional...
Konferensi Internasional di Makkah Perkuat Persatuan Umat Islam
Puasa Ramadan, Pengertian...
Puasa Ramadan, Pengertian dan Dalil-dalilnya
Bacaan Lafaz Niat Puasa...
Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan dan Asal-usulnya
Rekomendasi
Masuk ke Sumur Neraka...
Masuk ke Sumur Neraka Yaman, Penjelajah Gua Temukan Mahluk Tak Terduga
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Jantung Mumi Berusia...
Jantung Mumi Berusia 2.500 Tahun Ini Masih Berdenyut, Ilmuwan Ungkap Keganjilan Ini
Artikel Terkini
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Infografis
3 Negara Muslim Ikut...
3 Negara Muslim Ikut Halau Serangan Rudal Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved