4 Kriteria Seorang Muslim Berkualitas, Paling Utama Bersungguh-sungguh Menghasilkan Hal yang Bermanfaat
Kamis, 31 Agustus 2023 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Sabda mulia yang satu ini, mengisyaratkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,sangat memerhatikan peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia). Nabi berharap agar umatnya menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas tinggi. Karena kualitas manusia adalah syarat mutlak kejayaan sebuah peradaban.
Maka sangat disayangkan jika kita masih terlena dengan kuantitas, tapi mengabaikan kualitas. Seumpama buih di lautan: banyak jumlahnya, sedikit kekuatannya.
Dari hadis di atas, setidaknya, ada empat hal yang diwasiatkan oleh Nabi. Dan empat hal ini, bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas. Dikutip dari laman dakwah.id, berikut kriterianya:
Aplikasinya, diawali dengan memupuk semangat dalam belajar, melawan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, meninggalkan budaya malas, mengurangi rebahan untuk sekedar bermain game atau hiburan lainnya, dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia.
Dikutip dari sabda, Wasta’in billah. Lafal “isti’anah”ini tercantum dalam Surah al-Fatihah; Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.
Maknanya: sebagai hamba Allah, setelah menunaikan ibadah, kita memohon pertolongan kepada-Nya. Maka, jangan lewatkan kesempatan ini.
Karena sejatinya doa adalah senjata paling ampuh yang Allah subhanahu wata’ala sediakan bagi seorang mukmin.
Jika poin pertama lebih tertuju pada aspek zahir, poin kedua ini lebih menekankan aspek batin. Meminjam dawuh almarhum KH. Hasyim Muzadi, “Ikhtiar itu doa lahir, dan doa itu ikhtiar batin.”
Inilah fungsi doa dalam konteks peningkatan kualitas. Bahwa orang yang merutinkan zikir dan doa, bukan hanya mendapatkan banyak pahala dan keutamaan. Tetapi, juga memiliki spirit yang kuat.
Disimpulkan dari sabda, wa laa ta’jaz. Nabi berpesan, jangan merasa lemah. Sebuah pesan yang sangat berkait erat dengan dua poin sebelumnya. Bahwa orang yang selalu bersungguh-sungguh dan rajin berdoa, tentunya tidak mudah putus asa. Ia selalu mencari kemudahan di tengah kesulitan.
Maka sangat disayangkan jika kita masih terlena dengan kuantitas, tapi mengabaikan kualitas. Seumpama buih di lautan: banyak jumlahnya, sedikit kekuatannya.
Dari hadis di atas, setidaknya, ada empat hal yang diwasiatkan oleh Nabi. Dan empat hal ini, bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas. Dikutip dari laman dakwah.id, berikut kriterianya:
Empat Kriteria Muslim Berkualitas Tinggi
1. Bersungguh-sungguh dalam menghasilkan hal-hal yang bermanfaat
Kriteria muslim berkualitas tinggi yang pertama adalah bersungguh-sungguh dalam menghasilkan hal-hal yang bermanfaat. Diambil dari sabda, Ihsrish ‘alaa maa yanfa’uka.Aplikasinya, diawali dengan memupuk semangat dalam belajar, melawan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, meninggalkan budaya malas, mengurangi rebahan untuk sekedar bermain game atau hiburan lainnya, dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia.
2. Banyak berdoa
Kriteria muslim berkualitas tinggi yang kedua adalah banyak berdoa.Dikutip dari sabda, Wasta’in billah. Lafal “isti’anah”ini tercantum dalam Surah al-Fatihah; Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.
Maknanya: sebagai hamba Allah, setelah menunaikan ibadah, kita memohon pertolongan kepada-Nya. Maka, jangan lewatkan kesempatan ini.
Karena sejatinya doa adalah senjata paling ampuh yang Allah subhanahu wata’ala sediakan bagi seorang mukmin.
Jika poin pertama lebih tertuju pada aspek zahir, poin kedua ini lebih menekankan aspek batin. Meminjam dawuh almarhum KH. Hasyim Muzadi, “Ikhtiar itu doa lahir, dan doa itu ikhtiar batin.”
Inilah fungsi doa dalam konteks peningkatan kualitas. Bahwa orang yang merutinkan zikir dan doa, bukan hanya mendapatkan banyak pahala dan keutamaan. Tetapi, juga memiliki spirit yang kuat.
3. Selalu optimistis
Kriteria muslim berkualitas tinggi yang ketiga adalah adalah selalu optimistis.Disimpulkan dari sabda, wa laa ta’jaz. Nabi berpesan, jangan merasa lemah. Sebuah pesan yang sangat berkait erat dengan dua poin sebelumnya. Bahwa orang yang selalu bersungguh-sungguh dan rajin berdoa, tentunya tidak mudah putus asa. Ia selalu mencari kemudahan di tengah kesulitan.
Lihat Juga :