3 Jerat Halus Iblis Terhadap Orang Alim dan Penuntut Ilmu
Minggu, 03 September 2023 - 14:57 WIB
loading...
Ustaz Amru Hamdany menerangkan jerat halus Iblis terhadap orang alim dan penuntut ilmu. Foto/Ist
A
A
A
Iblis diberi kelebihan dapat menggoda dan menyesatkan manusia dari semua jalan, kecuali orang yang mukhlis (mukmin yang ikhlas beramal). Berikut beberapa jerat halus Iblis terhadap orang alim dan penuntut ilmu.
Ustaz Amru Hamdany, Dai yang menimba ilmu di Al-Azhar Mesir mengatakan, Iblis sering kali melepaskan jeratnya kepada para penuntut ilmu dan orang alim merasa punya ilmu sehingga malas untuk beribadah. Berikut tiga contoh jerat halus Iblis dan tipu dayanya:
Pertama
Ulama Salaf pernah mengatakan:
نحن إلى قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم
Artinya: "Sedikitnya adab lebih kami butuhkan daripada banyaknya ilmu pengetahuan."
Ustaz Amru menjelaskan, orang-orang yang malas belajar seakan mendapatkan dalil dan pembenaran. Ia merasa bahwa dengan cukup memperbaiki adab, ia akan bisa menyaingi dan bahkan melampaui orang berilmu dan kemudian meninggalkan belajar.
Kalam ulama ini sebenarnya menyindir orang-orang yang terlalu berlebihan dalam memberikan porsi belajarnya sehingga lupa untuk membimbing dirinya agar berhias dengan akhlak yang mulia. Adab dan ilmu itu harus bergandengan dan saling melengkapi. Jika ada salah satu yang hilang maka akan pincang. Adab itu sangat penting, jadi teruslah belajar dan perbaiki adab.
Kedua
Dalam satu riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
فقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد
Artinya: "Satu orang faqih itu lebih ditakutkan setan dari seribu ahli ibadah."
Setan juga kerap melepaskan jeratnya di sini. Orang-orang yang merasa alim dan malas beribadah menjadikan ini sebagai pembenaran atas kemalasannya dalam beramal. Ketika ia sudah menguasai beberapa cabang ilmu, ia merasa sudah tidak lagi membutuhkan ibadah yang banyak.
Dengan alasan ini ia meninggalkan sholat-sholat sunnah rawatib, sholat berjamaah di masjid, sholat sunnah witir, wirid harian, membaca Al-Qur'an, dzikir pagi petang, dan lain-lain. Ini karena ia merasa sudah lebih baik dari 1.000 ahli ibadah.
Padahal Hadis di atas dijadikan cambuk penyemangat untuk orang-orang yang malas belajar dan menyindir orang-orang yang terlalu memberikan porsi waktunya untuk ibadah sehinga kewajiban belajarnya terbengkalai.
Ustaz Amru Hamdany, Dai yang menimba ilmu di Al-Azhar Mesir mengatakan, Iblis sering kali melepaskan jeratnya kepada para penuntut ilmu dan orang alim merasa punya ilmu sehingga malas untuk beribadah. Berikut tiga contoh jerat halus Iblis dan tipu dayanya:
Pertama
Ulama Salaf pernah mengatakan:
نحن إلى قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم
Artinya: "Sedikitnya adab lebih kami butuhkan daripada banyaknya ilmu pengetahuan."
Ustaz Amru menjelaskan, orang-orang yang malas belajar seakan mendapatkan dalil dan pembenaran. Ia merasa bahwa dengan cukup memperbaiki adab, ia akan bisa menyaingi dan bahkan melampaui orang berilmu dan kemudian meninggalkan belajar.
Kalam ulama ini sebenarnya menyindir orang-orang yang terlalu berlebihan dalam memberikan porsi belajarnya sehingga lupa untuk membimbing dirinya agar berhias dengan akhlak yang mulia. Adab dan ilmu itu harus bergandengan dan saling melengkapi. Jika ada salah satu yang hilang maka akan pincang. Adab itu sangat penting, jadi teruslah belajar dan perbaiki adab.
Kedua
Dalam satu riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
فقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد
Artinya: "Satu orang faqih itu lebih ditakutkan setan dari seribu ahli ibadah."
Setan juga kerap melepaskan jeratnya di sini. Orang-orang yang merasa alim dan malas beribadah menjadikan ini sebagai pembenaran atas kemalasannya dalam beramal. Ketika ia sudah menguasai beberapa cabang ilmu, ia merasa sudah tidak lagi membutuhkan ibadah yang banyak.
Dengan alasan ini ia meninggalkan sholat-sholat sunnah rawatib, sholat berjamaah di masjid, sholat sunnah witir, wirid harian, membaca Al-Qur'an, dzikir pagi petang, dan lain-lain. Ini karena ia merasa sudah lebih baik dari 1.000 ahli ibadah.
Padahal Hadis di atas dijadikan cambuk penyemangat untuk orang-orang yang malas belajar dan menyindir orang-orang yang terlalu memberikan porsi waktunya untuk ibadah sehinga kewajiban belajarnya terbengkalai.
Lihat Juga :