3 Jerat Halus Iblis Terhadap Orang Alim dan Penuntut Ilmu
Minggu, 03 September 2023 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Mari kita pahami Hadis ini dengan sikap para imam mazhab yang sudah sampai di puncak kefaqihan. Kita menyebut sekelumit di antaranya, ada Imam Syafi'i yang membagi malamnya menjadi tiga, satu di antaranya untuk ibadah. Imam Ahmad juga dahulu menghidupkan setiap malamnya dengan sholat sunnah 300 rakaat, dan ibadah-ibadah para imam lain yang sangat menakjubkan.
"Para pendahulu kita yang menjadi bintang-bintang umat dalam ilmu fiqih tidak pernah tertipu dengan ilmunya sehingga meninggalkan ibadah kepada Allah," kata Ustaz Amru.
Ilmu dan amal ibadah itu bagaikan dua sayap yang menerbangkan pemiliknya menuju Allah. Tidak boleh ada salah satu yang rapuh. Ilmu itu sangat penting, jadi teruslah belajar dan tingkatkan amal.
Ketiga
Para ulama sering menasihati para penuntut ilmu untuk belajar satu persatu secara bertahap, perlahan tapi pasti, tidak tergesa-gesa dan terus mengikuti dengan sabar peta ilmu yang sudah digariskan.
Setan lagi-lagi menebarkan muslihatnya pada nasihat ini, para tholib (penuntut ilmu) yang santai dalam belajar menjadikan ini sebagai dalil dan pembenaran untuk tetap santai. Membiarkan waktu kosongnya berlalu tanpa faedah. Ketika dikatakan, "Kenapa tidak belajar?" Ia menjawab: "Belajar itu tidak boleh tergesa-gesa."
Padahal nasihat ini ditujukan kepada para tholib yang terlalu berambisi dalam belajar sehingga menabrak tatanan belajar yang benar. Jadi, belajarlah dengan rapi dan teratur, jangan bersantai-santai.
Demikian jerat halus Iblis yang perlu kita ketahui khususnya bagi penuntut ilmu. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Tak Punya Lampu Penerang, Beginilah Kegigihan Ulama Terdahulu Menuntut Ilmu
"Para pendahulu kita yang menjadi bintang-bintang umat dalam ilmu fiqih tidak pernah tertipu dengan ilmunya sehingga meninggalkan ibadah kepada Allah," kata Ustaz Amru.
Ilmu dan amal ibadah itu bagaikan dua sayap yang menerbangkan pemiliknya menuju Allah. Tidak boleh ada salah satu yang rapuh. Ilmu itu sangat penting, jadi teruslah belajar dan tingkatkan amal.
Ketiga
Para ulama sering menasihati para penuntut ilmu untuk belajar satu persatu secara bertahap, perlahan tapi pasti, tidak tergesa-gesa dan terus mengikuti dengan sabar peta ilmu yang sudah digariskan.
Setan lagi-lagi menebarkan muslihatnya pada nasihat ini, para tholib (penuntut ilmu) yang santai dalam belajar menjadikan ini sebagai dalil dan pembenaran untuk tetap santai. Membiarkan waktu kosongnya berlalu tanpa faedah. Ketika dikatakan, "Kenapa tidak belajar?" Ia menjawab: "Belajar itu tidak boleh tergesa-gesa."
Padahal nasihat ini ditujukan kepada para tholib yang terlalu berambisi dalam belajar sehingga menabrak tatanan belajar yang benar. Jadi, belajarlah dengan rapi dan teratur, jangan bersantai-santai.
Demikian jerat halus Iblis yang perlu kita ketahui khususnya bagi penuntut ilmu. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Tak Punya Lampu Penerang, Beginilah Kegigihan Ulama Terdahulu Menuntut Ilmu
(rhs)
Lihat Juga :