Begini Sikap Lembut Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Tawanan Perang Badar

Kamis, 21 September 2023 - 15:08 WIB
loading...
Begini Sikap Lembut...
Yang dilakukan Abu Bakar Ash-Shiddiq itu sebenarnya karena memang sudah bawaannya sebagai orang yang lembut hati. Ilustrasi: Ist
A A A
Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum kafir Quraisy . Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Perang ini dimenangkan pasukan Muslim.

Imam Bukhari dakan Kitab Shahih Bukhari memberikan keterangan bahwa dari kafir Makkah 70 orang tewas dan 70 orang tertawan. Hal ini berarti 15%-16% pasukan Quraisy telah menjadi korban. Korban pasukan Muslim sebanyak 14 orang sahid, 6 orang berasal dari kaum Muhajirin dan 8 orang dari kaum Anshar.

Baca juga: Putra Abu Bakar Ash-Shiddiq Terlibat Pembunuhan Khalifah Utsman?

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) berkisah setelah mendapat kemenangan di Badar, kaum Muslimin kembali ke Madinah dengan membawa tawanan.

Mereka ini masih ingin hidup, ingin kembali ke Makkah, meskipun dengan tebusan yang mahal. Tetapi mereka masih khawatir Nabi Muhammad SAW akan bersikap keras kepada mereka mengingat gangguan mereka terhadap sahabat-sahabatnya selama beberapa tahun lalu, saat mereka berada di Makkah.

Mereka berkata satu sama lain: "Sebaiknya kita mengutus orang kepada Abu Bakar . Ia paling menyukai silaturahmi dengan Quraisy, paling punya rasa belas kasihan, dan kita tidak melihat Muhammad menyukai yang lain lebih dari dia."

Selanjutnya, mereka pun mengirim delegasi untuk menjumpai Abu Bakar.

"Abu Bakar," kata mereka kemudian, "di antara kita ada yang masih bertalian sebagai orangtua, saudara, paman atau mamak kita serta saudara sepupu kita. Orang yang jauh dari kita pun masih kerabat kita. Bicarakanlah dengan sahabatmu itu supaya ia bermurah hati kepada kami atau menerima tebusan kami."

Baca juga: Perawakan Abu Bakar Ash-Shiddiq Menurut Sayyidah Aisyah

Dalam hal ini Abu Bakar berjanji akan berusaha. Tetapi mereka masih khawatir Umar bin Khattab akan mempersulit urusan mereka ini. Lalu mereka juga bicara dengan Umar seperti pembicaraannya dengan Abu Bakar. Tetapi Umar menatap muka mereka dengan mata penuh curiga tanpa memberi jawaban.

Akhirnya Abu Bakar yang bertindak sebagai perantara kepada Rasulullah mewakili orang-orang Quraisy musyrik itu. Ia mengharapkan belas kasihannya dan sikap yang lebih lunak terhadap mereka. Ia menolak alasan-alasan Umar yang mau main keras terhadap mereka. Diingatkannya pertalian kerabat antara mereka dengan Nabi.

Haekal mengatakan apa yang dilakukan Abu Bakar Ash-Shiddiq itu sebenarnya karena memang sudah bawaannya sebagai orang yang lembut hati, dan kasih sayang baginya sama dengan keimanannya pada kebenaran dan keadilan.

Barangkali dengan mata hati nuraninya ia melihat peranan kasih sayang itu juga yang akhirnya akan menang. Manusia akan menuruti kodrat yang ada dalam dirinya dan dalam keyakinannya selama ia melihat sifat kasih sayang itu adalah peri kemanusiaan yang agung, jauh dari segala sifat lemah dan hawa nafsu.

"Yang menggerakkan hatinya hanyalah kekuatan dan kemampuan. Atau, kekuasaan manusia terhadap dirinya ialah kekuasaan yang dapat meredam bengisnya kekuatan, dapat melunakkan kejamnya kekuasaan," ujar Haekal.

Baca juga: Doa Husnul Khatimah yang Diajarkan Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Rekomendasi
Memiliki Perisai Setajam...
Memiliki Perisai Setajam Pisau, Dinosaurus Jenis Baru Ditemukan
Astronot Tangkap Aurora...
Astronot Tangkap Aurora Merah Muda Flamingo yang Sulit Dipahami
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved