Begini Pengertian Rafidah dan Syiah Menurut Ulama Suni
Minggu, 24 September 2023 - 19:59 WIB
loading...
Tasyayyu adalah sikap mencintai Ali dan memandangnya lebih utama dari para sahabat lain. Ilustrasi: alamy
A
A
A
Sebagian umat Islam seringkali mencampuradukkan antara al-rafadh (berpaham Rafidhah ) dan al-tasyayyu' (berpaham Syi'ah ). Mereka tidak bisa membedakan kedua istilah tersebut. Ini disebabkan ketidakpahaman tentang akidah mereka sendiri.
Mahmud az-Zaby mengatakan karena ketidaktahuan itu, pulalah yang membuat mereka menganut paham yang berlawanan dengan akidah ulama salaf. Misalnya, tanpa disadari, mereka menganut ajaran kaum Rafidhah, Qadariyah, Khawarij dan Jahamiyah.
"Bahkan, ketidaktahuan itu berakibat buruk. Mereka telah menjadi penganut fanatik," ujarnya dalam buku berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Pustaka, 1989).
Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah
Pengertian Etimologi
Menurut bahasa, rafadh berarti meninggalkan, menyempal. Sedangkan al-Rafidhah berarti: sempalan atau salah satu golongan (firqah) dari Syi'ah. Menurut al-Ashmu'i, disebut demikian, karena mereka menyempal dari salah seorang imam Syi'ah, yaitu Zayd ibn 'Ah.
Tasyuyyu', menurut bahasa berarti sikap menganut atau mendukung. Syi'at al-rijal berarti penganut dan pendukung seseorang. Jadi, kata-kata tasyayya'arrajul, artinya; seorang lelaki menganut paham Syi'ah.
Setiap masyarakat memiliki sesuatu pandangan. Sebagian mereka mengikuti pendapat yang lain. Mereka adalah satu kelompok, seperti firman Allah: "Sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa lalu." (QS Saba'; 34:54)
Menurut Mahmud az-Zaby, ada perbedaan yang menyolok antara kedua istilah tersebut. "Ini perlu kita ketahui, bila hendak menolak tuduhan palsu kaum Rafidhah terhadap kaum Suni," ujarnya.
Kaum Rafidhah selalu mengacaukan pengertian rafadh di kalangan umat Islam, dan menyelewengkan makna kecintaan umat kepada keluarga Nabi. Ini mereka lakukan untuk merusak kesucian Islam dengan syi'ar yang palsu.
Mahmud az-Zaby mengatakan karena ketidaktahuan itu, pulalah yang membuat mereka menganut paham yang berlawanan dengan akidah ulama salaf. Misalnya, tanpa disadari, mereka menganut ajaran kaum Rafidhah, Qadariyah, Khawarij dan Jahamiyah.
"Bahkan, ketidaktahuan itu berakibat buruk. Mereka telah menjadi penganut fanatik," ujarnya dalam buku berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Pustaka, 1989).
Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah
Pengertian Etimologi
Menurut bahasa, rafadh berarti meninggalkan, menyempal. Sedangkan al-Rafidhah berarti: sempalan atau salah satu golongan (firqah) dari Syi'ah. Menurut al-Ashmu'i, disebut demikian, karena mereka menyempal dari salah seorang imam Syi'ah, yaitu Zayd ibn 'Ah.
Tasyuyyu', menurut bahasa berarti sikap menganut atau mendukung. Syi'at al-rijal berarti penganut dan pendukung seseorang. Jadi, kata-kata tasyayya'arrajul, artinya; seorang lelaki menganut paham Syi'ah.
Setiap masyarakat memiliki sesuatu pandangan. Sebagian mereka mengikuti pendapat yang lain. Mereka adalah satu kelompok, seperti firman Allah: "Sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa lalu." (QS Saba'; 34:54)
Menurut Mahmud az-Zaby, ada perbedaan yang menyolok antara kedua istilah tersebut. "Ini perlu kita ketahui, bila hendak menolak tuduhan palsu kaum Rafidhah terhadap kaum Suni," ujarnya.
Kaum Rafidhah selalu mengacaukan pengertian rafadh di kalangan umat Islam, dan menyelewengkan makna kecintaan umat kepada keluarga Nabi. Ini mereka lakukan untuk merusak kesucian Islam dengan syi'ar yang palsu.
Lihat Juga :