Agar Tidak Salah Sangka, Inilah Beda Penganut Paham Rafidhah dan Syi'ah
Senin, 25 September 2023 - 10:25 WIB
loading...
Penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah. Foto/Ilusrasi: Getty Images
A
A
A
Siapa sejatinya penganut paham Rafidhah dan Syi'ah ? Mahmud az-Zaby mengatakan Rafidhah adalah sekelompok penganut Syi'ah yang memandang Ali bin Abi Thalib dan anak cucunya lebih utama daripada Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab .
"Mereka tidak menyukai kedua sahabat Nabi yang khalifah itu, bahkan mencaci-makinya. Kaum Rafidhah mempercayai, para imam itu ma'shum alias bebas-salah," ujar Mahmud az-Zaby dalam buku berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Pustaka, 1989).
Menurut Mahmud az-Zaby, kaum Rafidah ini memberikan segala kehormatan Nabi (selain kenabian) kepada para imam. Mereka juga mempercayai kedatangan kembali imam Muntadhar (imam tertunggu) yang sementara ini menghilang, tanpa meninggal. Mereka mempunyai pemikiran khusus, yang sangat berbeda dari dasar pemikiran Suni.
Baca juga: Begini Pengertian Rafidah dan Syiah Menurut Ulama Suni
Adapun kaum Syi'ah, lanjut Mahmud az-Zaby, mereka itu pencinta berat keluarga Nabi (ahl al-bayt). Mereka lebih mengutamakan Ahl al-Bayt daripada sahabat yang bukan keluarga Nabi. "Tetapi mereka tidak membenci, memaki atau mengkafirkan para sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar," ujarnya.
Dalam Minhaj al-Sunnah, Ibn Taimiyyah mengemukakan alasan mengapa ada sekte Syi'ah yang disebut Rafidhah. Menurut ibn Taimiyyah, sejak Zayd tampil ke gelanggang politik, Syi'ah terpecah menjadi dua, yaitu golongan Rafidhah dan golongan Zaidiyyah. Ketika ditanya mengenai Abu Bakar dan 'Umar, Zaid menyatakan simpatinya kepada kedua sahabat itu.
Zaid mendoakan keduanya. Sekelompok pengikutnya kemudian meninggalkan Zaid. Zaid berkata kepada mereka: "Apakah kalian menyempal dariku?"
Sejak mereka menyempal dari Zaid itu, istilah Rafidhah muncul. Adapun kaum Syi'ah yang tetap setia kepada Zaid, mereka itu diberi nama Zaidiyah, artinya, yang memihak kepada Zaid.
Ibn Taimiyyah juga menjelaskan, Ali ibn Abi Thalib pernah berpidato di mimbar, di kota Kufah. Katanya: "Umat Islam terbaik setelah Nabi Muhammad adalah Abu Bakar dan 'Umar."
Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah
Orang Syi'ah yang mengenal Ali dan hidup seangkatan dengannya, tidak pernah berselisih paham mengenai keutamaan Abu Bakar dan Umar. Tetapi mereka berbeda pendapat menentukan siapa yang lebih utama antara Utsman dan Ali. Itu diakui oleh para tokoh Syi'ah yang terdahulu dan yang belakangan.
Abul Qasim al-Balhi juga menyebutkan sama. la menceritakan, seseorang bertanya kepada Syarik ibn 'Abdillah, "Siapa yang lebih utama di antara Abu Bakar dan Ali?"
"Abu Bakar," jawab Syarik.
"Mereka tidak menyukai kedua sahabat Nabi yang khalifah itu, bahkan mencaci-makinya. Kaum Rafidhah mempercayai, para imam itu ma'shum alias bebas-salah," ujar Mahmud az-Zaby dalam buku berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Pustaka, 1989).
Menurut Mahmud az-Zaby, kaum Rafidah ini memberikan segala kehormatan Nabi (selain kenabian) kepada para imam. Mereka juga mempercayai kedatangan kembali imam Muntadhar (imam tertunggu) yang sementara ini menghilang, tanpa meninggal. Mereka mempunyai pemikiran khusus, yang sangat berbeda dari dasar pemikiran Suni.
Baca juga: Begini Pengertian Rafidah dan Syiah Menurut Ulama Suni
Adapun kaum Syi'ah, lanjut Mahmud az-Zaby, mereka itu pencinta berat keluarga Nabi (ahl al-bayt). Mereka lebih mengutamakan Ahl al-Bayt daripada sahabat yang bukan keluarga Nabi. "Tetapi mereka tidak membenci, memaki atau mengkafirkan para sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar," ujarnya.
Dalam Minhaj al-Sunnah, Ibn Taimiyyah mengemukakan alasan mengapa ada sekte Syi'ah yang disebut Rafidhah. Menurut ibn Taimiyyah, sejak Zayd tampil ke gelanggang politik, Syi'ah terpecah menjadi dua, yaitu golongan Rafidhah dan golongan Zaidiyyah. Ketika ditanya mengenai Abu Bakar dan 'Umar, Zaid menyatakan simpatinya kepada kedua sahabat itu.
Zaid mendoakan keduanya. Sekelompok pengikutnya kemudian meninggalkan Zaid. Zaid berkata kepada mereka: "Apakah kalian menyempal dariku?"
Sejak mereka menyempal dari Zaid itu, istilah Rafidhah muncul. Adapun kaum Syi'ah yang tetap setia kepada Zaid, mereka itu diberi nama Zaidiyah, artinya, yang memihak kepada Zaid.
Ibn Taimiyyah juga menjelaskan, Ali ibn Abi Thalib pernah berpidato di mimbar, di kota Kufah. Katanya: "Umat Islam terbaik setelah Nabi Muhammad adalah Abu Bakar dan 'Umar."
Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah
Orang Syi'ah yang mengenal Ali dan hidup seangkatan dengannya, tidak pernah berselisih paham mengenai keutamaan Abu Bakar dan Umar. Tetapi mereka berbeda pendapat menentukan siapa yang lebih utama antara Utsman dan Ali. Itu diakui oleh para tokoh Syi'ah yang terdahulu dan yang belakangan.
Abul Qasim al-Balhi juga menyebutkan sama. la menceritakan, seseorang bertanya kepada Syarik ibn 'Abdillah, "Siapa yang lebih utama di antara Abu Bakar dan Ali?"
"Abu Bakar," jawab Syarik.
Lihat Juga :