Agar Tidak Salah Sangka, Inilah Beda Penganut Paham Rafidhah dan Syi'ah
Senin, 25 September 2023 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanya, mengapa dia menjawab begitu, padahal dia seorang Syi'ah, Syarik menjawab bahwa orang yang tidak berkata begitu bukanlah seorang Syi'ah. "Demi Allah, Ali ibn Abi Thalib berkata di atas mimbar: 'Ingatlah, sesungguhnya umat Islam yang terbaik setelah Nabi adalah Abu Bakar, kemudian 'Umar'. Lalu mengapa? Anda menolak pernyataan 'Ali ini? Bagaimana Anda bisa mendustakan Ali? Sungguh, Ali bukanlah pendusta atau pembohong."
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Dituduh Syiah Rafidhah, Ini yang Sebenarnya
Mahmud az-Zaby mengatakan karena tidak mengerti, seringkali orang menyebut rafadh bagi pencinta keluarga Nabi, tanpa membedakan antara istilah rafadh dan tasyayyu'.
Ibn Katsir dalam "Al-Bidayah wan-Nihayah" menceritakan, pada suatu saat kaum Syi'ah berkumpul bersama Zaid. Mereka bertanya kepada Zaid: "Apa maksud perkataan Anda, 'Allah memberi rahmat kepada Anda pada (diri) Abu Bakar dan 'Umar?"
Zaid menjawab: "Semoga Allah mengampuni Abu Bakar dan 'Umar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari keluargaku yang berlepas tangan dari mereka berdua. Aku tidak pernah mengatakan tentang mereka kecuali yang - baik-baik. Aku ingin mengajak Anda kembali kepada Kitab Allah dan Sunah Rasul, menghidupkan sunah Nabi dan menumpas bid'ah. Jika mau mendengarkan, kalian dan aku akan memperoleh kebaikan. Tetapi bila kalian membangkang, maka aku bukanlah penolong kalian."
Mendengar nasihat itu, kontan orang-orang Syi'ah itu bubar meninggalkan Zaid. Mereka menarik kembali bai'at mereka. Sejak hari itu, mereka disebut kaum Rafidhah. Adapun orang-orang yang mendengarkan dan menerima nasihat Zaid, mereka disebut Zaidiyyah.
Baca juga: Ini Mengapa Ali Bin Abu Thalib Ditinggalkan Banyak Pengikutnya
Menurut Mahmud az-Zaby, penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah, sedangkan warga Makkah umumnya pengikut mazhab Zaidiyah. Baiknya, kaum Zaidiyah tetap menghargai Abu Bakar dan Umar. Jeleknya, mereka lebih mengutamakan Ali daripada kedua sahabat tadi. Padahal Ali tidak lebih utama dari Abu Bakar dan Umar. "Bahkan, mungkin tidak -lebih utama daripada 'Utsman, menurut paham Suni yang benar dan sahih," ujarnya..
Menurut al-Mas'udi dalam kitab "Muruj adz-Dzahab", Zaid ibn Ali pernah berkata kepada kaum Syi'ah yang menuntut agar Zaid berlepas tangan dari Abu Bakar dan 'Umar. Kata Zaid: "Abu Bakar dan 'Umar itu pemimpin kakekku. Maka aku tidak bisa melupakan mereka." Mendengar itu, orang-orang Syi'ah bubar, menyempal.
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Dituduh Syiah Rafidhah, Ini yang Sebenarnya
Mahmud az-Zaby mengatakan karena tidak mengerti, seringkali orang menyebut rafadh bagi pencinta keluarga Nabi, tanpa membedakan antara istilah rafadh dan tasyayyu'.
Ibn Katsir dalam "Al-Bidayah wan-Nihayah" menceritakan, pada suatu saat kaum Syi'ah berkumpul bersama Zaid. Mereka bertanya kepada Zaid: "Apa maksud perkataan Anda, 'Allah memberi rahmat kepada Anda pada (diri) Abu Bakar dan 'Umar?"
Zaid menjawab: "Semoga Allah mengampuni Abu Bakar dan 'Umar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari keluargaku yang berlepas tangan dari mereka berdua. Aku tidak pernah mengatakan tentang mereka kecuali yang - baik-baik. Aku ingin mengajak Anda kembali kepada Kitab Allah dan Sunah Rasul, menghidupkan sunah Nabi dan menumpas bid'ah. Jika mau mendengarkan, kalian dan aku akan memperoleh kebaikan. Tetapi bila kalian membangkang, maka aku bukanlah penolong kalian."
Mendengar nasihat itu, kontan orang-orang Syi'ah itu bubar meninggalkan Zaid. Mereka menarik kembali bai'at mereka. Sejak hari itu, mereka disebut kaum Rafidhah. Adapun orang-orang yang mendengarkan dan menerima nasihat Zaid, mereka disebut Zaidiyyah.
Baca juga: Ini Mengapa Ali Bin Abu Thalib Ditinggalkan Banyak Pengikutnya
Menurut Mahmud az-Zaby, penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah, sedangkan warga Makkah umumnya pengikut mazhab Zaidiyah. Baiknya, kaum Zaidiyah tetap menghargai Abu Bakar dan Umar. Jeleknya, mereka lebih mengutamakan Ali daripada kedua sahabat tadi. Padahal Ali tidak lebih utama dari Abu Bakar dan Umar. "Bahkan, mungkin tidak -lebih utama daripada 'Utsman, menurut paham Suni yang benar dan sahih," ujarnya..
Menurut al-Mas'udi dalam kitab "Muruj adz-Dzahab", Zaid ibn Ali pernah berkata kepada kaum Syi'ah yang menuntut agar Zaid berlepas tangan dari Abu Bakar dan 'Umar. Kata Zaid: "Abu Bakar dan 'Umar itu pemimpin kakekku. Maka aku tidak bisa melupakan mereka." Mendengar itu, orang-orang Syi'ah bubar, menyempal.
(mhy)
Lihat Juga :