Ini Mengapa Ali Bin Abu Thalib Ditinggalkan Banyak Pengikutnya
Kamis, 18 Februari 2021 - 21:33 WIB
loading...
Ilustrasi Ali Bin Abi Thalib/Ist/mhy
A
A
A
ALI Bin Abu Thalib ra dikenal berilmu tinggi. Abdullah bin Abbas, seorang ulama yang terkenal luas ilmu pengetahuannya sampai diberi sebutan "habrul ummah" (pendekar ummat) dan "juru tafsir Al Qur'an ," mengatakan dengan jujur, bahwa dibanding dengan ilmu Ali bin Abu Thalib, ilmunya sendiri ibarat setetes air di tengah samudera.
Baca juga: Selain Amirul Mukminin, Ini Penyebab Ali Bin Abu Thalib Bergelar Imam
Khalifah Umar Ibnul Khattab ra juga mengatakan: "Hai Abal Hasan (nama panggilan Ali bin Abu Thalib r.a.) mudah-mudahan Allah SWT tidak membiarkan aku terus hidup di bumi tanpa engkau!"
Selain berilmu, Ali Bin Abu Thalib juga seorang Zahid. Beliau berpegang teguh pada perintah Allah SWT dan teladan serta ajaran ajaran Rasul-Nya . Ali bin Abu Thalib ra dengan konsekuen berani menghadapi gangguan besar yang dialami dalam kariernya sebagai pemimpin masyarakat dari kepala pemerintahan.
Buku Sejarah Hidup Imam Ali ra karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini menyebut berkali-kali ia ditinggalkan oleh para pendukung dan pengikutnya, tetapi tidak pernah patah hati. Seperti dikatakan oleh Ali bin Muhammad bin Abi Saif Al Madainiy bahwa tidak sedikit orang Arab yang meninggalkan Ali bin Abu Thalib karena sikap mereka yang terlalu mengharapkan keuntungan-keuntungan material.
Demikian juga tokoh-tokoh yang berpamrih ingin mendapat kedudukan, jangan harap mereka itu bisa bersahabat baik dan lama dengan Ali bin Abu Thalib.
Seorang pemimpin besar seperti Ali bin Abu Thalib yang takwanya kepada Allah sedemikian tinggi, dan sedemikian patuhnya berteladan serta melaksanakan ajaran Rasulullah SAW, tidak mencari teman dengan mengobral harta dan kedudukan.
Baca juga: Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Putra-Putranya Jelang Sakaratul Maut
Ia sendiri memandang manusia bukan dari kekayaan dan kedudukan sosialnya, bukan pula dari asal-usul keturunannya, melainkan dari keimanannya kepada Allah SWT dan kesetiaannya kepada ajaran Rasul-Nya.
Ali bin Abu Thalib tidak pernah memberikan perlakuan istimewa kepada seorang karena keturunan, kedudukan atau kekayaannya.
Baca juga: Selain Amirul Mukminin, Ini Penyebab Ali Bin Abu Thalib Bergelar Imam
Khalifah Umar Ibnul Khattab ra juga mengatakan: "Hai Abal Hasan (nama panggilan Ali bin Abu Thalib r.a.) mudah-mudahan Allah SWT tidak membiarkan aku terus hidup di bumi tanpa engkau!"
Selain berilmu, Ali Bin Abu Thalib juga seorang Zahid. Beliau berpegang teguh pada perintah Allah SWT dan teladan serta ajaran ajaran Rasul-Nya . Ali bin Abu Thalib ra dengan konsekuen berani menghadapi gangguan besar yang dialami dalam kariernya sebagai pemimpin masyarakat dari kepala pemerintahan.
Buku Sejarah Hidup Imam Ali ra karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini menyebut berkali-kali ia ditinggalkan oleh para pendukung dan pengikutnya, tetapi tidak pernah patah hati. Seperti dikatakan oleh Ali bin Muhammad bin Abi Saif Al Madainiy bahwa tidak sedikit orang Arab yang meninggalkan Ali bin Abu Thalib karena sikap mereka yang terlalu mengharapkan keuntungan-keuntungan material.
Demikian juga tokoh-tokoh yang berpamrih ingin mendapat kedudukan, jangan harap mereka itu bisa bersahabat baik dan lama dengan Ali bin Abu Thalib.
Seorang pemimpin besar seperti Ali bin Abu Thalib yang takwanya kepada Allah sedemikian tinggi, dan sedemikian patuhnya berteladan serta melaksanakan ajaran Rasulullah SAW, tidak mencari teman dengan mengobral harta dan kedudukan.
Baca juga: Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Putra-Putranya Jelang Sakaratul Maut
Ia sendiri memandang manusia bukan dari kekayaan dan kedudukan sosialnya, bukan pula dari asal-usul keturunannya, melainkan dari keimanannya kepada Allah SWT dan kesetiaannya kepada ajaran Rasul-Nya.
Ali bin Abu Thalib tidak pernah memberikan perlakuan istimewa kepada seorang karena keturunan, kedudukan atau kekayaannya.
Lihat Juga :