Zionis Internasional di Era Ottoman: Harta Melimpah, Seni Kerja Terorganisir

Rabu, 11 Oktober 2023 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Apa yang dilakukan Sultan ini membuat Herzl yakin bahwa dia telah berhasil dalam melakukan tugas dan misinya. Namun akhirnya dia sadar dan tahu bahwa dia telah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II. Dia sadar bahwa sebenarnya dirinya sedang menempuh jalan buntu.

Setelah usaha Herzl dalam merayu Sultan Abdul Hamid gagal, Herzl mengatakan, “Jika Sultan memberikan Palestina kepada orang-orang Yahudi, kami akan menanggung semua urusan ekonomi Sultan di pundak kami. Sedangkan di Benua Eropa, maka sesungguhnya kami akan membangun semua benteng yang kuat untuk membendung Asia. Kami akan membangun sebuah peradaban yang akan mengikis semua keterbelakangan. Kami akan tetap berada di seluruh benua Eropa untuk menjaga eksistensi kami.”

Pada hakikatnya, Sultan Abdul Hamid memandang sebuah keharusan orang-orang Yahudi itu tidak tinggal di Palestina. Agar orang-orang Arab tetap terjaga kebangsaannya yang natural.

Baca juga: Osman Hamdi Bey: Artis, Arkeolog, dan Pelindung Warisan Ottoman

Mengenai hal ini, Sultan mengatakan, “Namun demikian orang-orang Yahudi memiliki jumlah yang cukup di tengah kita. Maka jika kita menginginkan agar orang-orang Arab tetap memiliki kelebihannya sendiri, wajib bagi kita untuk memalingkan pemikiran tentang usaha menjadikan orang-orang Yahudi sebagai penduduk Palestina. Sebab jika tidak, sesungguhnya orang-orang Yahudi jika diam di sebuah negeri mereka akan menguasai semua sumber daya alamnya dalam jangka waktu yang sangat singkat. Jika demikian, maka ini berarti kita telah menjerumuskan saudara-saudara seagama kita ke dalam kematian yang pasti."

Pemerintahan Utsmani dalam banyak kesempatan telah berusaha untuk menjauhkan orang-orang Yahudi Utsmani dari pemikiran Herzl dan gerakan Zionis.

Walaupun Herzl gagal dalam usaha meluluhkan Sultan Abdul Hamid II, namun dia menulis; “Tanah itu harus dikuasai melalui orang-orang Yahudi dengan cara sedikit-sedikit dan tanpa menggunakan sarana-sarana kekerasan. Kami akan berusaha untuk mendorong orang-orang fakir dari penduduk setempat untuk pindah ke negeri tetangga, dengan jaminan mereka akan mendapatkan pekerjaan dan dengan ancaman adanya bahaya jika mereka tetap tinggal di negeri kita.”

“Sesungguhnya penguasaan atas tanah itu akan berhasil dicapai melalui para agen-agen rahasia yang berada dalam perusahaan-perusahaan Yahudi, yang setelah itu akan menjadikan dirinya sebagai orang yang akan menanggung harga penjualan tanah pada orang-orang Yahudi. Lebih dari itu, perusahaan-perusahaan Yahudi itu akan bertugas untuk menjadi konsultan dalam jual beli harta milik yang tak bergerak, dan hendaknya penjualannya hanya diberikan pada orang-orang Yahudi.”

Herzl juga menulis, “Dari pembicaraan yang saya lakukan dengan Sultan Abdul Hamid ll saya menetapkan bahwa tidak mungkin kita menarik faedah apa-apa dari Turki, kecuali jika ada perubahan politik di dalamnya dengan cara menimbulkan perang di tengah mereka dan mereka kalah dalam perang tersebut, atau melibatkan mereka dalam sebuah konflik antarbangsa atau dengan cara dua-duanya "‘

Baca juga: Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt

Sesungguhnya Sultan Hamid mengetahui tujuan-tujuan orang-orang Yahudi, sebagaimana ini terlihat dalam catatan hariannya: "Ketua gerakan Zionis Herzl tidak akan pernah sekali-kali bisa meyakinkan saya dengan pemikiran-pemikirannya. Mungkin saja perkataannya. 'Masalah orang orang Yahudi akan selesai pada saat orang-orang Yahudi telah mampu mengendalikan bajak di tangannya.’ Adalah sebuah ungkapan yang benar dalam pandangannya, bahwa dia memberikan jaminan tanah bagi saudara-saudaranya dari kalangan Yahudi. Namun dia lupa bahwa kecerdikan saja tidak cukup untuk menyelesaikan semua persoalan.”

“Orang-orang Zionis itu tidak hanya ingin melakukan kegiatan pertanian di Palestina. Mereka menginginkan banyak hal. Seperti pembentukan pemerintahan dan memilih wakil-wakilnya. Saya tahu dengan sebaik-baiknya ambisi mereka. Namun orang-orang Yahudi itu hanya melihat di luaran, bahwa saya akan menerima usaha mereka, sebagaimana saya sanggup membendung mereka untuk tidak melakukan pengabdian di tengah istana saya, maka saya juga akan memusuhi setiap cita-cita dan ambisi mereka di Palestina.”
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Kuda Laut Jatuh dari...
Kuda Laut Jatuh dari Langit Hebohkan Dunia Maya
Tulang Rahang Keturunan...
Tulang Rahang Keturunan Manusia Pertama di Bumi Ditemukan
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
Jurusan Kuliah dengan...
Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Bagus di Era 5.0
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved