Jejak Zionis di Ottoman, Sultan Abdul Hamid II: Kenapa Kita Harus Tinggalkan Al-Quds?
Rabu, 11 Oktober 2023 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Sultan Abdul Hamid II mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah digadaikan Palestina pada orang-orang Yahudi. Atas dasar inilah, dia dengan penuh serius tidak memberikan hak-hak istimewa pada orang-orang Yahudi yang kira-kira akan membuat orang-orang Yahudi tersebut bisa menguasai tanah Palestina.
Dalam kondisi yang demikian, tidak ada jalan lain bagi orang-orang Yahudi, kecuali semua kekuatan Yahudi bersatu padu dan bergandeng tangan untuk menyingkirkan Sultan Abdul Hamid II dari kursi kekuasaan.
Hal ini dikuatkan oleh apa yang dikatakan oleh Theodore Herzl: “Sesungguhnya saya kehilangan harapan untuk bisa merealisasikan keinginan orang-orang Yahudi di Palestina. Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak akan pernah bisa masuk ke dalam tanah yang dijanjikan, selama Sultan Abdul Hamid II masih tetap berkuasa dan duduk di atas kursinya.”
Orang-orang Yahudi di seluruh dunia bergerak membantu para musuh Sultan Abdul Hamid II. Mereka di antaranya terdiri dari kalangan pemberontak Armenia, para nasionalis di Balkan, gerakan Organisasi Persatuan dan Pembangunan. Mereka selalu membantu gerakan-gerakan separatis yang tidak lagi ingin bergabung dengan pemerintahan Sultan Abdul Hamid.
Baca juga: Zionis Internasional di Era Ottoman: Harta Melimpah, Seni Kerja Terorganisir
Dalam kondisi yang demikian, tidak ada jalan lain bagi orang-orang Yahudi, kecuali semua kekuatan Yahudi bersatu padu dan bergandeng tangan untuk menyingkirkan Sultan Abdul Hamid II dari kursi kekuasaan.
Hal ini dikuatkan oleh apa yang dikatakan oleh Theodore Herzl: “Sesungguhnya saya kehilangan harapan untuk bisa merealisasikan keinginan orang-orang Yahudi di Palestina. Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak akan pernah bisa masuk ke dalam tanah yang dijanjikan, selama Sultan Abdul Hamid II masih tetap berkuasa dan duduk di atas kursinya.”
Orang-orang Yahudi di seluruh dunia bergerak membantu para musuh Sultan Abdul Hamid II. Mereka di antaranya terdiri dari kalangan pemberontak Armenia, para nasionalis di Balkan, gerakan Organisasi Persatuan dan Pembangunan. Mereka selalu membantu gerakan-gerakan separatis yang tidak lagi ingin bergabung dengan pemerintahan Sultan Abdul Hamid.
Baca juga: Zionis Internasional di Era Ottoman: Harta Melimpah, Seni Kerja Terorganisir
(mhy)
Lihat Juga :