Misi Besar Israel Menanti Dajjal dan Kebinasaannya di Akhir Zaman
Minggu, 15 Oktober 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Dajjal melarikan diri dari hadapan Nabi Isa. Lalu Nabi Isa terus mengejar Messias palsu itu hingga ke gerbang Lod yang tak jauh dari Kota Ramallah Palestina. Kota Lod kini dikuasai Israel dan menjadi salah satu pusat industri dan transportasi bagi Israel. Di kota inilah kelak Nabi Isa membunuh Dajjal. Sementara itu, pasukan Yahudi kocar-kacir. Mereka lari bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan. Tetapi semua pohon dan baru memberitahukan keberadaan mereka kecuali pohon Gharqad (pohon Yahudi).
Sementara anak-anak, kaum wanita, lansia maupun kaum muslimin tidak ikut berperang. Makkah dan Madinah menjadi sebaik-baik tempat untuk berlindung dari fitnah Dajjal.
Dalam satu Hadis Sahih dari Nawwas bin Sam'an, menceritakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa bin Maryam. Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika Allah mengutus Isa bin Maryam, maka turunlah ia di Menara putih di sebelah timur Damaskus mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan waras dan za'faran. Kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Jika ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatanlah landai seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di gerbang Lodd, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." (HR Muslim)
Hubungan Yahudi dengan Dajjal
Merujuk konsep teologi Yahudi, disebutkan bahwa Yahudi arus utama tidak mengakui Isa bin Maryam (umat Kristiani menyebutnya Yesus) sebagai Tuhan atau seorang perantara Tuhan, ataupun bagian dari Trinitas. Mereka berkeyakinan bahwa Isa bin Maryam bukanlah Mesias, dengan alasan bahwa Nabi Isa tidak memenuhi Nubuwat Mesianik yang tertulis di dalam Tanakh (Alkitab Ibrani) dan juga tidak memenuhi kualifikasi personal Mesias. Namun ada sejumlah orang Yahudi yang menerima dan mereka disebut "Messianic Jews" (orang Yahudi Mesianik).
Bagi umat Yahudi, Al-Masih yang mereka tunggu bukanlah Isa bin Maryam sebagaimana keyakinan Islam. Mereka menunggu Messias lain yaitu Dajjal yang matanya buta sebelah. Dalam Buku "The Diary of Dajjal" karya Noriagaa dan Archenarh disebutkan, kemunculan Dajjal dari dulu sudah ditunggu-tunggu umat Yahudi Israel. Dajjal kelak akan memimpin umat Yahudi di akhir zaman.
Mantan Ketua Rabi Israel, Yisrael Meir Lau pernah berusaha meyakinkan penduduk dunia dengan mengatakan bahwa sampai tiba waktunya Mesias (Dajjal) datang dan mereka cukup suci untuk memasuki Baitul Maqdis Palestina (Masjid Al-Aqsha) yang diyakini sebagai tempat "Kuil Sulaiman".
Padahal faktanya, Kuil Sulaiman itu hanya mitos. Yang benar adalah Nabi Sulaiman mengembangkan pembangunan Masjid yang kini dikenal dengan Masjid Al-Aqsha. Al-Aqsha pertama kali dibangun Nabi Ibrahim (riwayat lain dibangun Nabi Adam), kemudian diteruskan oleh Nabi Ya'kub, direnovasi oleh Nabi Dawud dan diperluas oleh Nabi Sulaiman. Dan terus mengalami renovasi hingga di masa kepemimpinan Umar bin Khattab dan khalifah Islam.
Jika hari ini Israel menguasai Palestina dan memerangi warga muslim Palestina, maka di akhir zaman jelang Kiamat kelak mereka akan binasa bersama Dajjal yang mereka tunggu-tunggu. Inilah Nubuwah Nabi tentang keadaan umat Yahudi dan kematian Dajjal di akhir zaman.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pohon Gharqad, Pelindung Umat Yahudi di Akhir Zaman
Sementara anak-anak, kaum wanita, lansia maupun kaum muslimin tidak ikut berperang. Makkah dan Madinah menjadi sebaik-baik tempat untuk berlindung dari fitnah Dajjal.
Dalam satu Hadis Sahih dari Nawwas bin Sam'an, menceritakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa bin Maryam. Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika Allah mengutus Isa bin Maryam, maka turunlah ia di Menara putih di sebelah timur Damaskus mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan waras dan za'faran. Kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Jika ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatanlah landai seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di gerbang Lodd, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." (HR Muslim)
Hubungan Yahudi dengan Dajjal
Merujuk konsep teologi Yahudi, disebutkan bahwa Yahudi arus utama tidak mengakui Isa bin Maryam (umat Kristiani menyebutnya Yesus) sebagai Tuhan atau seorang perantara Tuhan, ataupun bagian dari Trinitas. Mereka berkeyakinan bahwa Isa bin Maryam bukanlah Mesias, dengan alasan bahwa Nabi Isa tidak memenuhi Nubuwat Mesianik yang tertulis di dalam Tanakh (Alkitab Ibrani) dan juga tidak memenuhi kualifikasi personal Mesias. Namun ada sejumlah orang Yahudi yang menerima dan mereka disebut "Messianic Jews" (orang Yahudi Mesianik).
Bagi umat Yahudi, Al-Masih yang mereka tunggu bukanlah Isa bin Maryam sebagaimana keyakinan Islam. Mereka menunggu Messias lain yaitu Dajjal yang matanya buta sebelah. Dalam Buku "The Diary of Dajjal" karya Noriagaa dan Archenarh disebutkan, kemunculan Dajjal dari dulu sudah ditunggu-tunggu umat Yahudi Israel. Dajjal kelak akan memimpin umat Yahudi di akhir zaman.
Mantan Ketua Rabi Israel, Yisrael Meir Lau pernah berusaha meyakinkan penduduk dunia dengan mengatakan bahwa sampai tiba waktunya Mesias (Dajjal) datang dan mereka cukup suci untuk memasuki Baitul Maqdis Palestina (Masjid Al-Aqsha) yang diyakini sebagai tempat "Kuil Sulaiman".
Padahal faktanya, Kuil Sulaiman itu hanya mitos. Yang benar adalah Nabi Sulaiman mengembangkan pembangunan Masjid yang kini dikenal dengan Masjid Al-Aqsha. Al-Aqsha pertama kali dibangun Nabi Ibrahim (riwayat lain dibangun Nabi Adam), kemudian diteruskan oleh Nabi Ya'kub, direnovasi oleh Nabi Dawud dan diperluas oleh Nabi Sulaiman. Dan terus mengalami renovasi hingga di masa kepemimpinan Umar bin Khattab dan khalifah Islam.
Jika hari ini Israel menguasai Palestina dan memerangi warga muslim Palestina, maka di akhir zaman jelang Kiamat kelak mereka akan binasa bersama Dajjal yang mereka tunggu-tunggu. Inilah Nubuwah Nabi tentang keadaan umat Yahudi dan kematian Dajjal di akhir zaman.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pohon Gharqad, Pelindung Umat Yahudi di Akhir Zaman
(rhs)
Lihat Juga :