Turunnya Ayat Perintah Berperang dalam Islam, Begini Pesan Al-Qur'an
Selasa, 24 Oktober 2023 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya Allah Maha Kuasa membela dan memenangkan umat Islam tanpa melakukan sesuatu peperangan dan tanpa mengalami penderitaan. Akan tetapi, Allah hendak menguji hati para hamba-Nya yang beriman, sampai di mana ketabahan dan kesabaran mereka menghadapi cobaan-cobaan Allah dan kepatuhan melaksanakan perintah-perintah-Nya.
Makna Jihad Fii Sabilillah
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 190, Allah memerintahkan kaum Muslimin memerangi kaum musyrik yang memerangi mereka. Peperangan itu jangan diartikan sebagai aksi balas dendam atau aksi menghalalkan kekerasan untuk menuruti hawa nafsu. Dalam Islam, perang memiliki aturan dan etika.
Perang hendaklah bertujuan fii sabilillah (untuk meninggikan kalimah Allah dan menegakkan agama-Nya. Perang yang disebut " fi sabilillah" adalah sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim:
"Dari Abu Musa al-Asy'ary, bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya seorang laki-laki yang berperang karena keberaniannya dan yang berperang karena sakit hati, atau yang berperang karena ingin mendapat pujian saja, manakah di antara mereka itu yang berperang di jalan Allah? Maka Rasulullah ﷺ menjawab: "Orang yang berperang untuk meninggikan kalimah Allah maka berperangnya itu fi sabilillah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam perang Jihad fii sabilillah, kaum mukmin dilarang melanggar berbagai ketentuan. Seperti membunuh anak-anak, orang lemah yang tidak berdaya, orang yang telah sangat tua, wanita-wanita yang tidak ikut berperang, orang yang telah menyerah kalah dan para pendeta. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Syaikh Ali Jum'ah Serukan Tentara Mesir Berjihad Bantu Palestina
Makna Jihad Fii Sabilillah
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 190, Allah memerintahkan kaum Muslimin memerangi kaum musyrik yang memerangi mereka. Peperangan itu jangan diartikan sebagai aksi balas dendam atau aksi menghalalkan kekerasan untuk menuruti hawa nafsu. Dalam Islam, perang memiliki aturan dan etika.
Perang hendaklah bertujuan fii sabilillah (untuk meninggikan kalimah Allah dan menegakkan agama-Nya. Perang yang disebut " fi sabilillah" adalah sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim:
"Dari Abu Musa al-Asy'ary, bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya seorang laki-laki yang berperang karena keberaniannya dan yang berperang karena sakit hati, atau yang berperang karena ingin mendapat pujian saja, manakah di antara mereka itu yang berperang di jalan Allah? Maka Rasulullah ﷺ menjawab: "Orang yang berperang untuk meninggikan kalimah Allah maka berperangnya itu fi sabilillah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam perang Jihad fii sabilillah, kaum mukmin dilarang melanggar berbagai ketentuan. Seperti membunuh anak-anak, orang lemah yang tidak berdaya, orang yang telah sangat tua, wanita-wanita yang tidak ikut berperang, orang yang telah menyerah kalah dan para pendeta. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Syaikh Ali Jum'ah Serukan Tentara Mesir Berjihad Bantu Palestina
(rhs)
Lihat Juga :